BKKBN Jatim Apresiasi Kabupaten Jember Pertama Kali Melaksanakan Audit Stunting

Jember – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M. memenuhi undangan Bupati Jember, Ir. H. Hendy Siswanto, ST.IPU. untuk menghadiri kegiatan Audit Kasus Stunting Tingkat Kabupaten Jember, Senin (30/05).

Dalam kegiatan ini, Erna diminta Bupati Hendy untuk memberikan arahan mengenai upaya pencegahan agar tidak terjadi kasus stunting di Kabupaten Jember.

Hadir pula dalam kegiatan ini yaitu Wakil Bupati Jember yang juga didaulat menjadi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Jember, KH. Muhammad Balyan Firjaun, Sekda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas P3AKB Suprihandoko serta lintas sektor terkait dalam konvergensi percepatan penurunan stunting.

“Di Kabupaten Jember sasaran kegiatan Audit Kasus Stunting ini adalah OPD-KB Kabupaten, TPPS Kabupaten, TPPS Kecamatan, Penyuluh KB/PLKB, PKK Kecamatan, Kepala Puskesmas, Dokter Puskesmas, Ahli Gizi Puskesmas, Bidan Puskesmas, TPPS Desa dan PKK Desa,” tutur Bapak Suprihandoko.

Suprihandoko menambahkan bahwa salah satu kasus yg cukup menarik saat pelaksanaan pendampingan yang dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga adalah, didapatkan masih ada calon pengantin perempuan dengan usia dibawah usia ideal menikah, status gizi yang tidak baik (anemia, kurus, KEK) dan faktor paparan lingkungan juga tidak sehat.

Faktor-faktor tersebut sudah mengindikasikan bahwa catin ini perlu pendampingan khusus, dikarenakan risiko potensi stunting sangat tinggi.

Sehingga perlu adanya kerjasama yg baik antar lintas sektor dan TPK, agar risiko stunting pada kasus tersebut dapat diminimalisir.

Bu Erna mengapresiasi bahwa pelaksanaan kegiatan Audit Stunting di Kabupaten Jember merupakan kegiatan pertama di Jawa Timur yang dilakukan oleh Kabupaten/Kota dengan menghadirkan seluruh Tim Satgas dan Tim Audit Stunting.

“Hal ini menunjukkan bukti bahwa dukungan/komitmen Bapak Bupati dan Wakil Bupati serta Forkopimda di Kabupaten Jember ini sangat besar terhadap Upaya Percepatan Penurunan Stunting dapat terlaksana sesuai dengan target yang diharapkan,” ungkap Erna.

Erna melanjutkan bahwa peran dari Tim Teknis dan Tim Pakar dalam upaya pencegahan kasus stunting di Kabupaten/Kota sangatlah penting untuk menekan munculnya kasus baru.

“Dengan keterlibatan Tim Teknis dan Tim Pakar ini dalam penyiapan data, informasi, koordinasi, intervensi, pemantauan dan evaluasi, kami berharapkan ada solusi-solusi, evaluasi dan rekomendasi penanganan sehingga kasus stunting di Kabupaten Jember bisa turun,” lanjut Erna.

Untuk itu, BKKBN, menurut bu Erna sudah menyiapkan dana suporting melalui Dana Alokasi Khusus (DAK BOKB) untuk aksi percepatan penurunan stunting.

“Walaupun hanya sedikit yang bisa kami berikan, agar bisa dimanfaatkan secara optimal untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jember.” jelasnya.

Bupati Hendy menghimbau bahwa percepatan penurunan stunting bukan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten semata, tetapi tanggung jawab kita semua, semua lintas sektor dan masyarakat.

“Mari kita mencetak generasi berkualitas dengan langkah awalnya yaitu berkontribusi dalam percepatan penurunan stunting, kasus stunting adalah kasus kita semua,” tekan Bupati Hendy.

“Artinya apa, kita butuh jiwa sosial dari Bapak-Ibu semua, saling berkolaborasi dengan semua sektor, yang penting Bapak-Ibu sekalian, niat kita untuk memperbaiki negeri ini, menuju Indonesia Emas. InsyaAllah dengan kebersamaan ini kita bisa menyelesaikan permasalahan stunting, AKI, AKB dan kemiskinan ekstrim di Jember ini,” tutup Bupati Hendy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.