Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Nasional

Momen Diplomatik di Istana Merdeka, Prabowo Resmi Terima Surat Kepercayaan 8 Dubes

Foto: BPMI Setpres/Kris

JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto resmi menerima delapan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) dari negara-negara sahabat di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan diplomatik yang berlangsung pada Senin (8/6/2026) ini mengagendakan penyerahan surat kepercayaan kepada Kepala Negara.

​Pihak Istana menyambut kedatangan para diplomat tersebut dengan upacara kenegaraan yang khidmat. Setibanya di Istana Merdeka, korps musik langsung memperdengarkan lagu kebangsaan dari masing-masing negara sahabat secara bergantian sebelum para duta besar menyerahkan dokumen penting mereka.

​Presiden Prabowo Subianto menerima langsung surat kepercayaan tersebut dari tangan para duta besar di dalam Istana. Langkah ini menandai dimulainya masa tugas resmi para delegasi asing tersebut di Indonesia.

​Adapun kedelapan duta besar yang menyerahkan surat kepercayaan tersebut berasal dari berbagai kawasan. Mereka adalah Sumadhurika Sashikala Premawardhane (Sri Lanka), Christopher Baltazar Montero (Filipina), Yoon Soongu (Republik Korea), dan Petr Kopřiva (Republik Ceko).

​Selain itu, hadir pula Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari (Palestina), Dimitrios Michalopoulos (Yunani), Salam Al Achkar (Lebanon), serta Menissa Rambally yang menjadi Duta Besar Designate Non-Resident dari Saint Lucia.

​Usai sesi penyerahan dokumen dan foto bersama Kepala Negara, Presiden Prabowo kemudian mengajak para tamunya ke ruang veranda belakang Istana Merdeka. Di lokasi ini, Presiden menggelar dialog santai dan akrab yang jamak disebut sebagai veranda talk.

​Setelah seluruh rangkaian pertemuan selesai, para duta besar berpamitan dengan Presiden Prabowo dan beranjak menuju tangga depan Istana Merdeka. Upacara penutupan pun diakhiri dengan kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya.

​Dalam agenda penting ini, sejumlah pejabat teras kabinet tampak mendampingi Presiden Prabowo sepanjang acara. Di antaranya adalah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

​Selain itu, jajaran kementerian luar negeri juga memperkuat delegasi Indonesia. Presiden didampingi oleh tiga wakil menteri luar negeri sekaligus, yaitu Muhammad Anis Matta, Arrmanatha Christiawan Nasir, dan Arif Havas Oegroseno.