Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Ekonomi & Bisnis

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pemerintah Optimistis Gelombang IPO Berlanjut

Sumber foto: Dok. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia

JAKARTA – Aktivitas penawaran umum perdana saham atau *Initial Public Offering* (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menunjukkan tren positif. Pemerintah menilai keberlanjutan IPO menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan pelaku usaha terhadap pasar modal nasional tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan momentum pencatatan perdana saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) menjadi bukti bahwa iklim investasi Indonesia masih kondusif. IPO tersebut merupakan yang kedua sepanjang 2026 sekaligus menjadi IPO pertama sejak pergantian Direktur Utama BEI.

“Selamat dan pecah telur bagi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru, ini IPO pertama kali (sejak menjabat),” ujar Airlangga saat menghadiri Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia sekaligus pencatatan perdana saham PT Niramas Utama Tbk di Jakarta, Selasa (7/7).

Pemerintah memandang pasar modal memiliki peran strategis sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha. Melalui pendanaan dari publik, perusahaan diharapkan mampu mempercepat ekspansi bisnis, meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat inovasi, hingga menciptakan lapangan kerja baru.

Optimisme tersebut didukung oleh kinerja ekonomi nasional yang tetap solid. Pada triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen, ditopang konsumsi domestik yang kuat, peningkatan investasi, serta berlanjutnya reformasi pemerintah untuk memperbaiki iklim usaha.

Salah satu kontributor utama berasal dari industri makanan dan minuman. Sektor ini menyumbang 7,31 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan I 2026, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,20 persen. Industri tersebut juga mencatat pertumbuhan 7,04 persen, didorong meningkatnya permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Dari sisi investasi, sektor makanan dan minuman membukukan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp10,48 triliun serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp16,34 triliun pada triwulan I 2026. Capaian tersebut dinilai mencerminkan tingginya minat investor terhadap sektor riil sekaligus menjaga optimisme terhadap prospek pasar domestik Indonesia.

Pemerintah juga terus memperkuat reformasi pasar modal melalui peningkatan transparansi, tata kelola perusahaan, dan perlindungan investor. Keputusan lembaga penyedia indeks global MSCI yang kembali mempertahankan Indonesia dalam kategori *Emerging Market* pada evaluasi Juni 2026 dinilai semakin memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.

Airlangga menegaskan pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia akan terus mendorong pendalaman pasar modal agar akses pembiayaan bagi dunia usaha semakin luas dan pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.

Menutup sambutannya, Airlangga mengungkapkan bahwa antusiasme perusahaan untuk melantai di bursa masih tinggi. “Jadi ada enam emiten yang selanjutnya akan mencatatkan saham perdananya,” pungkasnya.