Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Ekonomi & Bisnis

Bukan Cuma Salurkan Bansos, Koperasi Desa Ini Bakal Sumbang 20 Persen Pendapatan Asli Desa

Foto: BPMI Setpres/Cahyo

JAKARTA — Pemerintah resmi memperkuat peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai pilar utama ekonomi perdesaan. Lembaga ini tidak hanya menjadi pusat penyaluran bantuan sosial dan subsidi, tetapi juga bertindak sebagai penyerap hasil panen masyarakat.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, usai menghadiri rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Pemerintah berkomitmen agar kehadiran KDMP mampu menjaga stabilitas harga pangan di tingkat petani.

“Koperasi Desa Merah Putih itu adalah infrastrukturnya pemerintah. Untuk menyampaikan barang-barang yang bantuan, bantuan sosial, kemudian barang-barang subsidi, semua nanti melalui Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Zulkifli kepada awak media.

Selain menyalurkan subsidi, KDMP mengemban tugas krusial sebagai offtaker atau pembeli siaga. Koperasi ini akan langsung mengintervensi pasar dengan membeli hasil bumi ketika harga komoditas pertanian jatuh di bawah ketetapan pemerintah.

Zulkifli menegaskan bahwa fungsi ini menjadi jaring pengaman bagi para petani kecil. Menurutnya, koperasi akan menyerap produk seperti gabah dan jagung sesuai dengan standar harga yang telah dipatok oleh pemerintah.

Langkah strategis ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang masif bagi pemerintahan tingkat desa. Keuntungan bersih yang dihasilkan oleh unit usaha koperasi ini dipastikan mengalir kembali untuk pembangunan daerah.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menjelaskan bahwa sistem bagi hasil KDMP telah dirancang secara transparan. Sebanyak 20 persen dari total keuntungan bersih koperasi akan langsung dialokasikan untuk kas desa.

“Dari keuntungan itu ada 20 persen dari Kopdes (Koperasi Desa) itu akan menjadi pendapatan asli desa,” ungkap Yandri dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, sisa keuntungan terbesar akan dialokasikan kembali untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Pemerintah optimistis program ini menjadi stimulus kuat bagi perputaran ekonomi warga.

“Kopdes ini berhasil dan sukses karena ada efek positifnya kepada desa. Termasuk sisanya yang 80 persen akan kembali ke rakyat di desa itu,” pungkas Yandri.