Langsung ke konten
Senin, 26 Oktober 2026
Nasional

KemenPU Tuntaskan Fasilitas Pendukung Sekolah Rakyat Bali, 82 SR Sudah Beroperasi

Sumber foto: dok. Nindya Karya/detikcom

JAKARTA — Sebanyak 82 Sekolah Rakyat (SR) di seluruh Indonesia kini telah resmi beroperasi dan digunakan untuk mendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Salah satu proyek percontohan yang menjadi sorotan adalah SR Provinsi Bali yang berlokasi di Kabupaten Karangasem.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memastikan bahwa sarana dan prasarana utama di sekolah tersebut sudah berfungsi dengan baik. Kepastian ini diperoleh setelah dirinya meninjau langsung kompleks sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 5,67 hektare tersebut pada Jumat (17/7/2026).

“Kunjungan ini untuk mengecek Sekolah Rakyat yang sudah dinyatakan siap dan fungsional. Saat ini ada 82 Sekolah Rakyat yang sudah beroperasi,” ujar Dody Hanggodo dalam keterangan resminya, Sabtu (18/7/2026).

Meski bangunan utama dinilai sudah memadai, Menteri PU mencatat beberapa fasilitas pendukung yang masih memerlukan pembenahan segera. Pemerintah menginstruksikan penyedia jasa untuk merampungkan detail kecil seperti sistem drainase demi kenyamanan para siswa.

“Yang masih perlu dibenahi adalah beberapa fasilitas pendukung, seperti genangan di area kamar mandi dan penambahan tempat sampah. Itu sudah saya minta segera diperbaiki. Secara keseluruhan, sarana dan prasarananya sudah baik,” tegas Dody.

Selain fokus pada infrastruktur, Dody mengimbau pihak manajemen sekolah untuk mengedukasi para siswa dalam merawat fasilitas baru tersebut. Gerakan menjaga kebersihan lingkungan sekolah harus ditanamkan sejak dini.

“Saya juga meminta pihak sekolah memberikan sosialisasi kepada adik-adik mengenai cara menggunakan shower, toilet, dan fasilitas lainnya dengan baik,” tambahnya.

Proyek megah yang mengusung arsitektur lokal khas Bali ini menelan nilai kontrak sebesar Rp255,5 miliar dengan progres fisik mencapai 95,11 persen. Kompleks edukasi terpadu di Desa Tulamben ini terbilang sangat lengkap karena menyediakan fasilitas dari jenjang SD hingga SMA.

Tak hanya ruang kelas, kawasan ini juga dilengkapi asrama putra dan putri, rumah susun guru, gedung serbaguna, hingga lapangan olahraga. Dody menjelaskan bahwa penyelesaian sisa bangunan pendukung akan terus dikebut secara bertahap seiring bertambahnya jumlah peserta didik kelak.

Aktivitas di SR Provinsi Bali sendiri terpantau sudah mulai menggeliat sejak awal pekan ini. Sebanyak 195 siswa dilaporkan telah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak 13 Juli 2026, dengan bimbingan dari 25 tenaga pendidik.