Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Nasional

DPR Soroti Dugaan Nakes Hina Pasien BPJS, Kemenkes Diminta Bertindak Tegas

Sumber foto: Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini (Dok. DPR RI)

JAKARTA – Komisi IX DPR RI mengecam keras aksi dugaan perundungan dan penghinaan oleh oknum tenaga kesehatan (nakes) terhadap seorang pasien BPJS Kesehatan di media sosial. Sorotan publik makin memuncak usai pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan tersebut dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menyampaikan duka cita mendalam sekaligus menyoroti minimnya empati oknum nakes. Pihaknya mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera melakukan investigasi terbuka terhadap rumah sakit terkait.

“Kemenkes harus melakukan investigasi secara terbuka rumah sakit mana yang tidak memberikan pelayanan dengan baik tersebut. Sehingga mengakibatkan pasien meninggal karena tidak mendapatkan pelayanan yang baik,” tegas Yahya Zaini kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

Politikus Partai Golkar ini menilai lamanya waktu tunggu pelayanan mengindikasikan buruknya penanganan rumah sakit terhadap pasien BPJS. Ia mengingatkan agar fasilitas kesehatan tidak menganaktirakan masyarakat pengguna jaminan kesehatan.

“Masih sering dijumpai di lapangan pasien BPJS Kesehatan selalu dinomorduakan oleh pihak RS. Banyak rumah sakit yang kurang memberikan perhatian terhadap pasien BPJS Kesehatan,” ujar Yahya menambahkan.

Selain mengusut rumah sakit, Yahya mendesak Kemenkes memberikan teguran keras serta edukasi etika profesi kepada tenaga medis. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga marwah profesi nakes agar tetap menghormati dan berempati pada penderitaan pasien.

Insiden ini bermula dari unggahan Yurizal di platform Threads pada 22 Juli 2026 yang mengeluhkan lambatnya penanganan medis. Melalui akun @yurizaltrich, ia membagikan pengalamannya tertahan delapan jam tanpa kepastian kamar rawat inap.

“8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs,” tulis Yurizal dalam unggahannya.

Namun, unggahan tersebut justru memicu gelombang komentar miring dari sejumlah akun yang diduga milik tenaga kesehatan. Beberapa oknum bahkan secara tidak pantas menyarankan korban pindah ke ruang jenazah agar lebih cepat mendapatkan tempat.

Masyarakat makin mengecam aksi tersebut setelah sepupu korban mengonfirmasi kabar wafatnya Yurizal di media sosial. Hingga kini, publik terus mendesak otoritas kesehatan mengusut tuntas identitas oknum nakes serta rumah sakit yang terlibat.