Langsung ke konten
Selasa, 27 Oktober 2026
Internasional

Detik-Detik Rudal Houthi Hantam Bandara Riyadh: Momen Mencekam Jemaah Umrah Selamatkan Diri

Rekaman pengawas memperlihatkan kepulan asap dan api serta reaksi orang-orang saat terjadi serangan di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada 10 Oktober 2026, dalam cuplikan dari video yang dirilis untuk umum ini. Sumber foto: REUTERS/Saudi Ministry of Media (via CNBC)

RIYADH — Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menjadi sasaran serangan rudal yang diluncurkan oleh kelompok Houthi asal Yaman. Insiden berdarah yang melumpuhkan aktivitas penerbangan ini mengakibatkan sedikitnya 14 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka dalam serangan beruntun pada Sabtu (10/10/2026) dan Minggu (11/10/2026).

Rekaman CCTV yang diverifikasi di boarding gate Terminal 3 memperlihatkan suasana mencekam saat kilatan cahaya besar tiba-tiba menghancurkan area tunggu. Kejadian berawal ketika para penumpang, termasuk jemaah umrah berpakaian ihram putih, sedang mengantre di gerbang pemeriksaan keamanan.

Seketika ledakan dahsyat terjadi, kepanikan massa tak terhindarkan dan para calon penumpang berlarian menyelamatkan diri. Serangan pertama pada Sabtu tersebut menelan korban jiwa secara massif.

“Kejadian ini menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang pada Sabtu,” tulis laporan resmi Reuters, Senin (12/10/2026).

Aksi teror tersebut tidak berhenti di situ, lantaran serangan susulan kembali menerjang lokasi yang sama pada Minggu sore waktu setempat. Otoritas penerbangan mengonfirmasi adanya korban jiwa tambahan dari warga negara asing dalam insiden kedua tersebut.

“Satu orang, seorang warga Pakistan, tewas dan 11 orang lainnya terluka dalam serangan hari Minggu di bandara King Khalid di Riyadh,” bunyi pernyataan resmi Otoritas Penerbangan Sipil Saudi, Senin (12/10/2026).

Dampak dari gempuran rudal ini memaksa pihak pengelola menutup total seluruh operasional penerbangan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Selain menelan korban jiwa, serangan ini memicu kerusakan parah pada sejumlah fasilitas vital bandara.

“Serangan itu mengakibatkan kerusakan material yang saat ini sedang dinilai,” tambah pihak Otoritas Penerbangan Sipil Saudi.

Proses pemulihan diprediksi memakan waktu lantaran kerusakan meluas hingga ke sistem pemantauan navigasi udara. Pihak otoritas kini memprioritaskan sterilisasi dan pemeriksaan kelayakan area landasan pacu.

“Radar dan peralatan komunikasi rusak dan landasan pacu perlu diperiksa,” ujar sumber penerbangan senior sebagaimana dikutip dari AFP.

Berdasarkan data pantauan lalu lintas udara dari Flightradar24, penutupan penerbangan di Bandara King Khalid telah diperpanjang hingga pukul 21.00 GMT atau pukul 00.00 waktu Arab Saudi. Pihak berwenang mengimbau calon penumpang untuk terus memantau pembaruan informasi resmi.