Langsung ke konten
Jumat, 30 Oktober 2026
Internasional

Perintah Maut Operator di Balik Tabrakan Kereta Cepat Spanyol, 68 Orang Tewas!

Tabrakan dua kereta cepat di Spanyol (Sumber foto: REUTERS/Violeta Santos Moura via detikcom)

JAKARTA — Tragedi mematikan menimpa jaringan transportasi Spanyol setelah dua kereta cepat bertabrakan di jalur Madrid-Sevilla, tepatnya di kilometer 118 dekat Urda, Provinsi Toledo, Rabu (28/10/2026). Insiden mengerikan pada pukul 08.30 waktu setempat ini menewaskan sedikitnya 68 orang dan melukai lebih dari 100 penumpang lainnya.

Kecelakaan terjadi saat kereta cepat milik perusahaan nasional Renfe melaju kencang hingga 200 km/jam. Kereta tersebut langsung menghantam rangkaian kereta milik perusahaan swasta Iryo yang tengah berhenti di jalur yang sama.

Penyelidikan awal mengindikasikan adanya kombinasi kegagalan sistem komputer dan kesalahan manusia. Pengatur lalu lintas kereta api diduga memberikan instruksi fatal yang mengizinkan armada tetap melaju di tengah gangguan keselamatan.

Menteri Transportasi Spanyol, Óscar Puente, menyebut insiden tersebut sangat sulit dipercaya. Menurutnya, kegagalan sistem komputer sempat menghentikan enam kereta sekaligus di jalur tersebut.

“Jika terjadi kegagalan sistem, pusat kendali akan mengambil alih,” ujar Puente saat memberikan keterangan resmi.

Ia menjelaskan bahwa pusat kendali justru mengambil keputusan keliru dengan mengizinkan kereta kembali bergerak tanpa pembatasan kecepatan. Keputusan berisiko tinggi itulah yang memicu armada Renfe menabrak rangkaian Iryo dari belakang.

Menanggapi bencana transportasi terburuk dalam 13 tahun terakhir ini, Pemerintah Spanyol menetapkan tiga hari berkabung nasional. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas dalang di balik tragedi berdarah ini.

“Kita akan mengusut tuntas kecelakaan ini. Jika terdapat kelalaian, hal itu akan terungkap,” tegas Sanchez saat meninjau langsung lokasi kejadian di Urda.

Sanchez menilai peristiwa berulang ini tidak dapat diterima bagi negara yang memiliki standar keselamatan tinggi. Pasalnya, kecelakaan serupa di jalur Madrid-Sevilla pernah terjadi di Adamuz pada Januari lalu dan menewaskan 46 korban jiwa.