JAKARTA – Manchester United kembali menelan pil pahit usai takluk 0-2 dari Chelsea dalam lanjutan Premier League di Stadion Stamford Bridge, Sabtu (31/10/2026).
Kekalahan tandang ini memperpanjang tren negatif Setan Merah yang kini tercatat tanpa kemenangan dalam sembilan pertandingan beruntun di berbagai kompetisi.
Dalam rangkaian hasil buruk tersebut, Bruno Fernandes dan rekan-rekan harus puas menelan enam kekalahan dan hanya mengamankan tiga kali hasil imbang.
Situasi kian memburuk setelah bek tengah Lisandro Martinez diganjar kartu merah, memaksa skuad tamu mengakhiri laga dengan 10 pemain di lapangan hijau.
Kemenangan terakhir yang dirasakan klub peraih 20 gelar Liga Inggris itu terjadi lebih dari sebulan lalu saat mengalahkan Sabah FK pada 10 September.
Catatan minor ini resmi menjadi laju tanpa kemenangan terburuk yang dialami Manchester United dalam kurun waktu 42 tahun terakhir.
Terakhir kali Setan Merah membukukan rekor kelam serupa adalah ketika mereka melalui 10 pertandingan beruntun tanpa kemenangan pada musim 1984 silam.
Di kancah domestik Premier League sendiri, posisi skuad asuhan Michael Carrick semakin terancam setelah gagal menang dalam enam partai terakhir.
Akibat rentetan hasil minor tersebut, klub raksasa Inggris ini kini terpuruk di peringkat ke-17 klasemen sementara Liga Inggris.
Posisi mereka sangat rawan karena hanya terpaut tipis satu poin saja dari zona degradasi yang menghantui tim-tim papan bawah.
Manajer Manchester United, Michael Carrick, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya seusai pertandingan krusial melawan skuad London Biru tersebut.
“Ada banyak emosi saat ini. Kami memang klub luar biasa, tapi kami ingin menang. Suporter sudah menunjukkan usahanya dan membayar mahal untuk menyaksikan pertandingan kami,” ujar Carrick kepada TNT Sports.
Carrick menambahkan bahwa timnya sempat mengontrol jalannya laga sebelum situasi berubah drastis dan menghancurkan konsentrasi skuad.
“Hari ini terlihat bahwa anak-anak sudah menempatkan pertandingan di jalur yang tepat, tapi keadaan berbalik merugikan kami secara drastis dan segalanya berantakan dengan cepat. Ada banyak emosi yang dirasakan saat ini,” kata Carrick menegaskan.
