BANYUWANGI — PT Kereta Api Indonesia (KAI) membatalkan sejumlah perjalanan kereta api akibat peristiwa longsor yang menerjang titik jalur rel di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, Jawa Timur, Senin (2/11/2026).
Petugas gabungan saat ini masih memantau serta memeriksa secara intensif kondisi konstruksi jalur sebelum kereta api diizinkan melintasi kawasan tersebut kembali.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan bahwa keselamatan penumpang selalu menjadi prioritas utama perseroan dalam menghadapi situasi darurat ini.
“Keselamatan merupakan prioritas utama kami. Dalam kondisi seperti ini, KAI mengambil langkah antisipatif dengan melakukan penyesuaian pola operasi perjalanan kereta api,” ujar Cahyo dalam keterangannya.
Dampak longsor ini merusak jadwal operasional, termasuk pembatalan KA Pandanwangi relasi Jember-Ketapang yang sempat tertahan di Stasiun Kalisat.
Selain itu, KAI turut membatalkan KA Pandanwangi relasi Ketapang-Jember yang dijadwalkan berangkat pukul 10.00 WIB.
Sebagai bentuk kompensasi atas pembatalan tersebut, pihak manajemen memberikan pengembalian bea tiket atau refund penuh sebesar 100 persen kepada seluruh pelanggan terdampak.
Sementara itu, penumpang KA Tawangalun yang tertahan di Stasiun Kalibaru dialihkan menggunakan bus menuju Stasiun Kalisat. Skema pengalihan moda transportasi atau overstappen ini diterapkan agar para penumpang bisa melanjutkan perjalanan mereka dengan lancar.
“Setibanya di Stasiun Kalisat, pelanggan KA Tawangalun akan melanjutkan perjalanan menuju Malang Kota Lama menggunakan rangkaian KA Pandanwangi,” jelas Cahyo.
Selain moda pengganti bus, KAI juga memberikan layanan pemulihan pelayanan atau service recovery kepada para pelanggan terdampak.
Gangguan jalur ini turut menahan laju KA Logawa relasi Ketapang-Purwokerto di Stasiun Kalibaru, serta KA Sritanjung yang tertahan sementara di Stasiun Glenmore.
Kendati demikian, perjalanan KA Pandalungan relasi Jember-Gambir tetap diberangkatkan tepat waktu sesuai jadwal pada pukul 09.00 WIB.
Hingga kini, tim operasional, sarana, dan prasarana terus berkoordinasi di lapangan guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan jalur.
“Kami memahami bahwa perubahan pola operasi ini dapat memengaruhi rencana perjalanan pelanggan. Kami memohon pengertian dan kesabaran seluruh pelanggan selama proses penanganan berlangsung,” pungkas Cahyo.
