Blitar.deliknews – Peningkatan gizi masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah. Untuk itu melalui program Gerakan Masyarakat Makan Ikan (GEMARIKAN) diharapakan kesadaran makan ikan dapat di penuhi.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menggelar acara kampanye Gemarikan yang bertempat di Kebun Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Rabu (11/09/2019).
Saat memberika sambutan diacara itu, Plt Walikota Blitar, Santoso memberikan apresiasi setinggi – tingginya kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar dan juga pendidikan dasar di Kota Blitar yang berperan aktif dalam menggalakan Gemarikan di lingkungan pendidikan. Dimana perannya merupakan bukti nyata untuk membangun kesadaran individu maupun kolektif masyarakat Kota Blitar.
Namun demikian, Santoso berharap hal ini tidak hanya tugas dan tanggungjawab instansi terkait saja, akan tetapi menjadi tugas seluruh komponen instansi, lembaga dan masyarakat dalam rangka mempersiapkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas.
“Untuk itu butuh strategi, koordinasi dan harmonisasi yang melibatkan seluruh komponen yang ada, salah satunya dengan pembentukan Forikan,” tuturnya.
Tambah Santoso, masyarakat Kota Blitar akan gemar makan ikan sudah mencapai peningkatan. Peningkatan ini dapat dilihat jumlah komsumsi ikan tahun pertahun menjadi meningkat angkanya.
“Dari 17,5 kilogram per kapita per tahun pada tahun 2018 menjadi 18 kilogram per kapita per tahun pada tahun 2018 dan menjadi sebuah indikator dalam hasil penyerapan produksi perikanan ditingkat rumah tangga,” tambahnya
“Selain itu, juga merupakan bagian dari implementasi visi Kota Blitar. Karena misinya adalah membentuk masyarakat yang cerdas dan sehat sejak dini bahkan saat masih ada dalam kandungan dengan memperoleh gizi yanh cukup” tandas Santoso.
Terakhir, ia mengajak para remaja, orang dewas serta ibu – ibu dalam memilih makanan jangan sampai ada unsur bahan pengawet (Borak), zat pewarna kimia serta makanan yang mengandung MSG/VETSIN.
“Semua itu tentunya membawa pengaruh yang sangat berbahaya bagi diri kita, apalagi anak – anak kita yang masih berada dalam pertumbuhan,” terangnya. (hms)
