JAKARTA — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki kedekatan personal yang sangat baik dengan para pemimpin negara adidaya dunia. Posisi geopolitik Indonesia dinilai semakin kuat berkat hubungan diplomasi yang cair tersebut.

Menurut Qodari, Presiden Prabowo mampu menjalin komunikasi yang harmonis secara sekaligus dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden China Xi Jinping. Kemampuan merangkul tiga kekuatan besar yang kerap bersitegang ini dinilai sebagai sebuah keunikan tersendiri.

“Bapak Presiden Prabowo adalah figur yang unik, mungkin satu-satunya di dunia yang bisa memiliki hubungan yang sangat baik dengan kekuatan-kekuatan besar adidaya,” ujar Qodari, dikutip dari Antara, Minggu (31/5/2026).

Qodari menegaskan bahwa hubungan baik ini bukan sekadar formalitas diplomatik, melainkan memberikan dampak nyata bagi Indonesia. Keharmonisan hubungan tersebut menjadi benteng sekaligus peluang di tengah ketidakpastian dinamika global saat ini.

“Semua ini tentu kita merasakan manfaatnya dalam konteks situasi dan kondisi pada hari ini maupun pada konteks masa depan,” lanjutnya menjelaskan keuntungan yang didapat bagi kepentingan nasional.

Lebih lanjut, ia melihat hubungan personal antarkepala negara ini sebagai modal sosial yang bernilai strategis. Modal ini tidak kalah penting jika dibandingkan dengan kekuatan ekonomi maupun kekuatan politik konvensional dalam membangun kemitraan internasional.

“Kita tahu bahwa modal sosial itu tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan modal-modal yang lain, baik itu modal ekonomi maupun modal politik dalam hal membangun hubungan baik dan kerja sama antarnegara,” jelas Qodari.

Pemerintah berharap modal sosial yang dimiliki oleh Presiden Prabowo di tingkat global ini dapat dikonversi menjadi keuntungan bagi rakyat. Hal itu mencakup penguatan posisi tawar Indonesia dalam hubungan diplomatik, perluasan akses perdagangan, peningkatan investasi, hingga kerja sama strategis lainnya.