Nasional

Jumat, 15 Februari 2019 - 02:34 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Bambang Haryo Soekartono

Bambang Haryo Soekartono

Mahal, Bambang Haryo Kritik Harga Listrik

Jakarta – Bambang Haryo Soekartono, anggota Komisi V DPR RI mengkritik keras harga listrik di Indonesia yang dinilainya sangat tinggi dan pengelolaannya tidak transparan.

Padahal, menurut anggota fraksi Gerindra ini, listrik merupakan satu modal untuk kehidupan bangsa, dan itu harus disiapkan oleh Negara untuk memajukan kesejahteraan rakyat.

“Saya mengamati harga listrik luar biasa tinggi dan tidak ada transparansinya. Oleh karena itu masyarakat menjadi resah, harga listrik 3 tahun belakangan ini kenaikannya rata-rata di atas 50 persen sampai 100 persen,” analisa Bambang dalam Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan III di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan Jakarta, Rabu (13/2).

Dikatakan dia, sejatinya Indonesia memiliki sumber daya listrik yang lain. Indonesia memiliki 51 persen dari keseluruhan panas bumi dunia.

Air juga melimpah, sambungnya, ada sekitar 7.560 sungai di Indonesia yang airnya bisa dijadikan pembangkit listrik. Hal itu juga pernah dilakukan oleh negara tetangga, Malaysia.

Sehingga harga jual listrik di Malaysia sekitar 4 sen. Sementara di Indonesia paling murah 11 sen (kecuali subsidi). Itu pun masih diragukan.

Pasalnya, kata Caleg DPR-RI Partai Gerindra Dapil Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo) ini, 11 sen pada tahun 2016, tentu berbeda dengan 2018. Dalam arti saat ini listrik bisa mencapai 20 sen.

Karena itu, legislator Partai Gerindra itu berharap KPK melakukan pemeriksaan terhadap PLN yang saat ini tidak transparan lagi dalam pengelolaannya, apalagi dengan harga listrik pun sudah tidak masuk akal.

Menurutnya, dengan potensi uranium, gas, dan kelapa sawit yang dimiliki Indonesia tapi harga listrik masih sangat mahal.

Lebih jauh, Bambang mengatakan, anggaran infrastruktur sudah dinaikan 300 persen dibanding kabinet pemerintahan terdahulu, tapi listrik tetap mahal dan sulit terjangkau oleh masyarakat. Bahkan kita masih impor listrik dari Malaysia.

Keprihatinan kami ini semoga bisa ditindaklanjuti oleh yang berwenang, karena listrik sangat berguna untuk masyarakat banyak, termasuk saya sendiri, sambungnya, Bambang juga mengkritisi rencana Pemerintah menghilangkan listrik di bawah 4400 VA. Hal ini menurutnya sangat meresahkan masyarakat. Tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 3646 kali

Baca Lainnya
loading…