MAKKAH — Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, memberikan apresiasi terhadap kualitas pelayanan ibadah haji tahun 2026. Setelah meninjau langsung maktab yang menampung sekitar 4.000 jemaah haji reguler asal embarkasi Makassar dan Palembang, ia menilai pelayanan yang diberikan mengalami peningkatan signifikan dan mendapat respons positif dari para jemaah.

Menurut Bambang Haryo, mayoritas jemaah mengaku puas dengan berbagai fasilitas yang tersedia selama berada di Tanah Suci. Bahkan, sejumlah jemaah menyebut pelayanan yang mereka terima setara dengan layanan hotel berbintang lima.

Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah layanan konsumsi. Bambang menilai makanan yang disediakan memiliki kualitas baik dengan kandungan gizi yang memadai. Beragam menu seperti daging, ayam, susu, serta buah-buahan disajikan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan nutrisi para jemaah.

Selain itu, sistem informasi menu makanan yang ditampilkan melalui papan digital dinilai menjadi inovasi yang memudahkan jemaah mengetahui jadwal dan jenis makanan yang akan disajikan setiap hari. Transparansi tersebut disebut turut meningkatkan kepuasan jemaah terhadap layanan konsumsi.

Dalam kunjungannya, Bambang juga meninjau fasilitas dapur yang bertugas menyediakan kebutuhan makan bagi ribuan jemaah. Ia menilai sarana yang tersedia cukup memadai dan didukung tenaga masak yang mampu memenuhi kebutuhan konsumsi secara optimal.

Fasilitas sanitasi turut menjadi perhatian. Berdasarkan hasil pemantauan, jumlah kamar mandi dan toilet di maktab dinilai mencukupi. Antrean hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu saat banyak jemaah menggunakan fasilitas tersebut secara bersamaan.

Di bidang kesehatan, Bambang menyebut layanan medis di maktab berjalan baik dengan dukungan tenaga kesehatan serta ketersediaan obat-obatan yang memadai. Ia menyoroti penurunan angka kematian jemaah haji tahun ini yang dinilai menunjukkan efektivitas peningkatan layanan kesehatan.

Berdasarkan data yang diterimanya, jumlah jemaah yang meninggal dunia hingga saat ini tercatat sekitar 65 orang, menurun dibandingkan penyelenggaraan haji tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 150 orang.

Meski lokasi maktab berjarak sekitar 2,5 kilometer dari kawasan utama lempar jumrah, akses mobilitas jemaah tetap terlayani melalui penyediaan buggy car atau mobil golf. Fasilitas tersebut dimanfaatkan terutama untuk membantu jemaah lanjut usia, perempuan, dan mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

Bambang Haryo berharap kualitas pelayanan haji yang telah menunjukkan perbaikan signifikan pada tahun ini dapat terus ditingkatkan sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan yang lebih baik bagi seluruh jemaah Indonesia pada masa mendatang.