Sabtu, 23 Maret 2019 - 20:06 WIB

Khofifah Panas Dingin, Buka Suara Keterlibatan Jual Beli Jabatan

Surabaya – Akhirnya, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (KIP) angkat bicara soal keterlibatan dalam jual beli jabatan yang menyeret ketum PPP Romahurmuziy.

“Rek wajahku iki lo rek mosok onok wajah suap, wajah disuap, ya nggak?” tanya Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (23/3).

Khofifah mengaku kaget saat namanya dicatut Rommy. “Sama sekali tidak benar. Silakan tanya Mas Rommy karena saya juga kaget. Rekomendasi dalam bentuk apa yang saya sampaikan. Jadi sebaiknya teman-teman bisa mengonfirmasi kepada Mas Rommy,” pinta Khofifah.

Khofifah juga mengaku terakhir kali bertemu dengan Rommy saat pelantikannya di Istana Negara pada 13 Februari lalu. Saat itu, Rommy hanya mengucapkan selamat kepadanya.

Tentang Haris, Khofifah mengaku tidak mengenalnya secara personal meski Haris merupakan menantu ketua timsesnya, M Roziqi. “Secara personal tidak, tetapi bahwa beliau pernah (menjadi) Kepala Kanwil Kemenag Surabaya. Beliau sempat Plt, saya sempat ketemu di pengajian sekali,” kata Khofifah.

Pertemuan Khofifah dengan Haris pun tak hanya sekali. Khofifah menyebut dia pernah juga bertemu saat sedang audiensi dan beberapa pertemuan lainnya. “Kemudian saya sempat ketemu lagi di rakerpim setelah menjadi gubernur. Saya ketemu lagi ketika beliau audiensi di sini. Jadi saya mengajak mendiskusikan data yang di-serve oleh UIN Syarif Hidayatullah, saya minta kita sama-sama melakukan pemetaan dan itu Pak Haris datang dengan tim dan saya juga menerima dengan tim,” papar Khofifah.

Khofifah juga menegaskan, meski Haris menantu Kiai Roziqi, hal tersebut tidak berpengaruh pada pelelangan jabatan. Terlebih, jika tak memenuhi kualifikasi, Haris tak akan bisa mendapat jabatan tersebut.

“Iya saya tahu juga belakangan bahwa Pak Haris adalah menantu dari Pak Roziqi. Tapi teman-teman, yang namanya open bidding ya open bidding. Anak ya anak, mantu ya mantu, itu bersifat personal. Kalau tidak memenuhi kualifikasi kan nggak bisa ikut open bidding,” ucapnya.

Untuk itu, Khofifah menegaskan dirinya siap dipanggil KPK guna mengklarifikasi kabar yang beredar. “Kita harus support, apa yang dilakukan KPK itu adalah dalam rangka membangun kepercayaan kepada masyarakat,” kata Khofifah.

Artikel ini telah dibaca 340 kali

loading...
Baca Lainnya

Polemik Wartawan VS Humas Pemprov Jatim. Sejumlah Jurnalis Mulai Menguak Dana Covid19

Surabaya – Polemik antara humas pemprov jatim dengan sejumlah wartawan nampaknya berbuntut panjang. Sejumlah jurnalis...

7 Mei 2020, 01:39 WIB

Miliki Belasan Pil Ekstasi, Dani Dituntut Sembilan Tahun Penjara

SURABAYA,- Pengadilan Negeri Surabaya menggelar sidang perkara narkoba dengan agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum...

4 Mei 2020, 19:25 WIB

Bhakti Sosial KOGARTAP III /SBY Bagikan 750 Paket Sembako Ke Warga Bluru Kidul Sidoarjo

Sidoatjo – Komando Garnisun Tetap (Kogartap) III Surabaya menggelar bakti sosial (baksos) sebagai bentuk kepedulian...

22 April 2020, 18:10 WIB

Jual Sabu Sabu dan Pil Ekstasi, Warga Kenjeran Divonis 5 Tahun Penjara

SURABAYA, – Abdul Harris Yusuf Kurniawan, (50) warga jalan Kenjeran Surabaya, akhirnya divonis 5 tahun...

21 April 2020, 23:12 WIB

Divonis 4 Tahun Penjara, DuaTerdakwa Narkotika Malah Menggoda Jaksa Penuntut Umum

SURABAYA – Pengadilan Negeri Surabaya akhirnya memutus 2 pengguna narkoba yaitu terdakwa 1 Yahya dan...

20 April 2020, 21:55 WIB

Peduli Dampak Corona, Warga Gading Indah Regency Surabaya Bagi Bagi Nasi Bungkus Dan Masker gratis

Surabaya – Bertempat di jalan raya kertajaya dan Jalan Manyar . Ibu ibu perumahan Gading...

15 April 2020, 17:14 WIB

loading...