Rabu, 3 April 2019 - 12:26 WIB

Bambang Haryo saat kunjungan ke Bandara Kulon progo Yogyakarta (FOTO :deliknews.com)

Bambang Haryo saat kunjungan ke Bandara Kulon progo Yogyakarta (FOTO :deliknews.com)

Bandara NYIA Rawan, Bambang Haryo Tantang Jokowi Pindahin Istana ke Kulon Progo

Kulon Progo – Anggota DPR-RI Bambang Haryo Soekartono menyebutkan Bandara Internasional New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) yang dibangun di Kulon Progo berada di kawasan yang rawan bencana, sebagaimana data daripada peneliti.

Menurut Bambang, permasalahan utama yaitu mengenai potensi terjadinya gempa mega trush, tsunami dan likuifaksi di kawasan Bandara Kulon Progo, meskipun telah dilakukan Dynamic compaction atau pemadatan dinamis.

“Ini perlu dilakukan kajian mendalam, mengenai persoalan likuifaksi, karena kita harus menjamin keselamatan nyawa publik, bagaimana caranya itu harus menjadi yang utama”Kata Bambang Haryo, anggota komisi V DPR-RI, saat melakukan kunjungan di Kulon Progo pada Selasa (2/4) sore.

Dikatakan Bambang, sebagaimana Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2012 mengenai rancangan tata ruang Pulau Jawa-Bali, bahwa kawasan Kulon Progo ini sebetulnya sudah dipetakan sebagai kawasan utama yang punya risiko dan probabilitas tsunami tinggi. Ungkap Bambang.

“Jangan sampai, kata Bambang, kepercayaan publik Internasional akan runtuh, mereka akan tidak mau lagi pergi ke jogja, karena memiliki risiko tinggi, terbukti risiko itu berusaha untuk ditanggulangi, bukan dihindari, malah dihadapi, seakan-akan mendahului kekuasaan Tuhan, apa tidak ada lahan yang lebih aman”Kata Bambang Haryo, Rabu (3/4).

Anggota DPR-RI dari daerah pemilihan Surabaya-Sidoarjo ini juga menantang Jokowi, jika terlalu mendahului kekuasaan Allah, bisa tidak Jokowi pindahkan Istana Negara ke Kulon Progo, Kata Bambang, sepertinya mereka tidak takut adanya potensi Mega trush di kawasan itu. Nyeletuk Bambang.

Sebagai informasi, kata Bambang, yang diperoleh dari Profesor asal Jepang, jika terjadi gelombang besar maka airnya itu akan memasuki kawasan Bandara sepanjang 12 meter. Apalagi di lokasi ini, ada lempengan selatan ini yang merupakan lempengan  ganas.

“Maka itu, Saya minta kepada Menteri Perhubungan, sambil jalan kalau perlu harus lebih cepat dapat memprotek keselamatan nyawa publik, apabila terjadi gempa mega trush”Katanya.

Sekedar diketahui, proyek pembangunan Bandara Kulon Progo ini menghabiskan total anggaran sebesar Rp6,1 Triliun, progres pembangunan bandara ini mencapai 38% dan target pada bulan ini mencapai 90%.

Dijadwalkan, penerbangan Internasional di Bandara ini akan lebih dulu beroperasi, lantaran kesiapan Terminal dan runway sepanjang 3.200 meter telah selesai di bangun dan hanya menunggu finishing.

 

Artikel ini telah dibaca 2585 kali

loading...
Baca Lainnya

Kewaspadaan dan Peran Generasi Milenial Menghadapi Para Perongrong Pancasila

Oleh: Anwar Ibrahim (Ketua Gerakan Literasi Terbit Regional Malang) Telah disepakati oleh para pendiri bangsa,...

11 Juli 2020, 18:13 WIB

Lion Air Group Sediakan Rapid Rest Covid-19 di Padang

Padang, – Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), Batik Air (kode...

Danang Mandala Prihantoro Corporate Communications Strategic of Lion Air Grup

11 Juli 2020, 15:00 WIB

Mengapresiasi Temuan Vaksin Virus Corona Buatan Indonesia

Oleh : Alfisyah Kumalasari Vaksin virus Covid-19 sudah ditemukan oleh ilmuwan Indonesia dan merupakan hasil...

11 Juli 2020, 09:38 WIB

Generasi Milenial Siaga Jaga Pancasila dari Provokasi dan Adu Domba di Medsos

Oleh: Handoko Nawawi (Ketua Gerakan Literasi Terbit Regional Tangerang) Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU...

11 Juli 2020, 09:28 WIB

Covid-19 Masih Ganas, Perketat Disiplin Protokol Kesehatan

Oleh : Siti Zulaikha Corona membuat banyak orang merana karena sakit parah, bahkan banyak orang...

11 Juli 2020, 03:49 WIB

Kasus Covid-19 Tinggi Jangan Abaikan Protokol Kesehatan

Oleh : Edi Jatmiko Corona masih menjadi momok bagi rakyat Indonesia. Setiap hari ada laporan...

9 Juli 2020, 22:43 WIB

loading...