Selasa, 30 Juli 2019 - 18:05 WIB

Disorot SPBU Melaya Diduga Nakal, Polisi Langsung Gerak

Jembrana – Pasca diberitakan adanya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) No : 54.822.11 diduga nakal alias curang, langsung menjadi perhatian polisi. Pasalnya sebelumnya disebut-sebut, saat petugas Diskoperindag Jembrana melakukan sidak, SPBU atau lazim disebut pom bensin ini, terbukti mengurangi takaran melebihi ambang batas hingga 0,100 mililiter. Padahal ambang batas kewajaran hanya 0,65 mililiter.

Suwanto selaku pengawas dari pom bensin ini mengatakan, hingga kini belum ada tera ulang kembali dari dinas terkait. Pihaknya hanya menunggu dan mengaku didatangi petugas unit Kerimsus Polda Bali melakukan pengecekan ke pompa bensin tepatnya di Desa Melaya, Kabupaten Jembrana.

“Tadi kami didatangi petugas Polda Bali. Kami masih menunggu juga mau ditera ulang,” terangnya, Senin sore (29/7)

Sementara, Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP. Yogie Pramagita saat dikonfirmasi wartawan terkait pom bensin diduga nakal ini mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan ke lokasi.
Dijelaskan dalam waktu dekat ini pihaknya akan memanggil pemilik pom bensin untuk dimintai keterangan. Pihaknya juga mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas terkait.

Sedangkan pengamatan wartawan pasca dikabarkan diberhentikan sementara beroprasi pada Jumat (26/7) dilakukan Dinas Koperindag Jembrana, ternyata masih beroperasi. Terlihat, hanya satu mesin pompa premium yang diduga bermasalah tidak dioprasionalkan.

Perlu diketahui, Dinas Koperindag Jembrana hari jumat (26/7) pekan kemarin, melakukan sidak dan pengecekan ke lokasi. Sebelumnya, pom bensin ini sempat menuai keluhan dari konsumen. Dimana, seorang pengemudi mobil menyangsikan pengisian pom bensin ini sudah sesuai takaran. Guna memastikan, petugas dari Dinas Koperindag mengecek langsung menggunakan bejana ukur 20 liter.

Kepala Dinas Koperindag Jembrana, I Komang Agus Adinata mengatakan memang ada takaran yang melebihi ambang batas toleransi. Disebutkan, dari hasil pengecekan menggunakan bejana ukur 20 liter, ada perbedaan hasil pengecekan terakhir bulan April lalu. Sehingga pom bensin ini dihimbau untuk melakukan penutupan sementara.

Pihaknya menegaskan bahwa mesin pompa BBM diberikan batas toleransi kurang dari 0,65 mililiter. Tetapi dari hasil pengecekan, mencapai 0,100 mililiter.

Artikel ini telah dibaca 329 kali

loading...
Baca Lainnya

Wakil Ketua DPRD Badung: Bupati Jangan Tahan Rp 98 M Dana Corona

Badung – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung, I Wayan Suyasa meminta...

Wakil Ketua DPRD Badung, I Wayan Suyasa. (Foto: Deliknews.com)

28 Mei 2020, 19:50 WIB

Terlalu Boros, Badung Minim Ongkos Hadapi Corona

Badung – Kebijakan selama ini dilakukan Giri Prasta sebagai Bupati Kabupaten Badung, Bali dianggap terlalu...

Aktivis LSM Manikaya Kauci, I Nyoman Mardika. (Foto: istimewa)

28 Mei 2020, 18:53 WIB

Berkas Dipelajari Jaksa, Kasus Sudaji Berpeluang di SP3

Buleleng – Pasca penyerahan berkas dari Polres Buleleng terkait kasus Ngaben Sudaji, Kejaksaan Singaraja mengaku...

27 Mei 2020, 20:39 WIB

Walikota Undang Rapat 25 Lebih Pejabat Saat PKM Berjalan

Denpasar – Tercatat pada buku tamu, 58 pejabat tingkat Bendesa Adat, Lurah sampai Camat hadir...

Ilustrasi

27 Mei 2020, 20:33 WIB

LPM Legian Nilai Pengerjaan Proyek Sungai Tukad Mati Berbau Amis

Denpasar – Pengerjaan Proyek Pembangunan Prasarana Pengendali Banjir Sungai Tukad Mati (Tengah dan Hilir) di...

Penampakan proyek Prasarana Penanggulangan Banjir, Tukad Mati Tengah di Kelurahan Legian, Kuta, Badung-Bali. (Foto: deliknews.com)

27 Mei 2020, 20:29 WIB

Gubernur Bali : Ciptakan Suasana Tidak Saling Menyalahkan

Denpasar – Gubernur Bali I Wayan Koster berharap kepada masyarakat untuk tidak saling menyalahkan. Mengingat...

26 Mei 2020, 18:44 WIB

loading...