Rabu, 7 Agustus 2019 - 21:02 WIB

Bos Kuta Paradiso terancam Penjara

Denpasar – Harijanto Karjadi bos hotel Kuta Paradiso bisa terancam dihukum penjara. Selain hotel, digadangkan-gadangkan sebagai pemilik hiburan malam Deejay Club ini, disangkakan Pasal 266 di Polda Bali dikutip dari salah satu media on line. Terkait, memberi keterangan palsu pada akta otentik atas pengalihan saham hotel Kuta Paradiso di jalan Kartika Plaza, Kuta Badung Bali.

Penelusuran wartawan nama Harijanto ini cukup terkenal di bilangan Kuta. Dari pantauan di lapangan, Hotel Kuta Paradiso dalam sengketa ini terlihat masih beroprasi meski sang bos dalam polemik menghadapi kasus hukum. Informasi dapat digali, selain Hotel Kuta Paradiso, Legian Kuta Paradiso, Deejay Club, Kuta Stasion Hotel & Restorant, di zona pusat pariwasata ini, Harijanto juga memiliki beberapa properti disewakan.

“Iya dia itu bos besar, banyak sekali usahanya kebetulan saya dulu pernah bekerja di sana. Tetapi sekarang saya sudah berhenti dan saya tidak tau lagi perkembangan di sana saat ini. Apakah usahanya masih berjalan hingga saat ini atau tidak, saya tidak tau,” tutur sumber tidak ingin namanya disebut, Rabu (7/8)

Selain terkenal di lingkungan pariwisata Kuta, pengusaha Harijanto juga disebut-sebut dekat dengan pejabat-pejabat penting. Berapa kali tempat usahanya berbau abu-abu disatroni petugas dikabarkan selalu bisa lolos.

Seperti, ketika razia Gabungan Operasi Gaktib (RGOG) bergerak tanggal 12 Agustus 2018 pukul 04.00 Wita, ratusan butir ekstasi ditemukan diduga akan ditransaksikan dalam kawasan Deejay Club. Namun, atas temuan razia ini proses hukum terhadap pemilik tempat terkesan hilang. Sedangkan lokasi Deejay Club menurut warga sekitar sekarang ini dikatakan dibongkar berapa bulan lalu.

Menurut Dirkrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho, pengusaha Harijanto bersama sang kakak Hartono Karjadi sejak 13 September 2018 telah ditetapkan sebagai DPO alias masuk Daftar Pencarian Orang. Saat proses hukum berjalan malah pergi ke luar negeri beralasan berobat. Dikatakan, selalu mangkir dari panggilan polisi untuk penyidikan.

“Keluar dari Indonesia semua sejak Agustus 2018, kalau disampaikan untuk berobat. DPO Hartono sejak September 2018,” ujar Yuliar.

Harijanto pun ditangkap Rabu (31/7) malam oleh Kepolisian Diraja Malaysia di Bandara Malaysia. Dia ditangkap saat akan terbang ke Hongkong dan langsung diterbangkan pulang ke Indonesia, Kamis (1/8). Sedangkan kakaknya Hartono sampai saat ini dikabarkan masih buron.

Artikel ini telah dibaca 8110 kali

loading...
Baca Lainnya

PORANG ! Tak Punya Dana, Dinas Pertanian Bali Siap Fasilitasi

Denpasar – Dinas Pertanian Provinsi Bali mengaku siap memfasilitasi warga memiliki lahan namun tidak ada...

Ir. Wayan Sunarta selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Provinsi Bali.

22 Oktober 2020, 11:24 WIB

Gamang! Tahapan Mediasi GOR Bodong di Kelurahan Panjer

Denpasar – Terungkap dalam sebuah mediasi tahap dua di Kantor Kelurahan Panjer, ternyata bangunan Gelanggang...

Proses mediasi masalah GOR Pranitha Citarum Denpasar yang dikeluhkan warga.

15 Oktober 2020, 23:44 WIB

Antisipasi Ancaman Kamtibmas, Kompol Endang Tri Purwanto Datangi Puri Gerenceng Denpasar

Denpasar – Potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2020 dan...

Foto: Kompol Endang Tri Purwanto (tengah) bersama Tokoh Puri Gerenceng AA. Ngurah Agung (kanan).

15 Oktober 2020, 20:52 WIB

Buat Tak Nyaman dan Tak Berizin ! Warga Kecam Pemilik GOR Citarum

Denpasar – Merasa tidak nyaman keberadaan bangunan Gelanggang Olahraga (GOR), sejumlah warga di bilangan perumahan...

Satpol PP Denpasar turun memeriksa GOR.

6 Oktober 2020, 21:21 WIB

BPN Denpasar Tak Dapat Diklarifikasi ! Bau Tak Sedap Semakin Kuat

Denpasar – Kejelasan siapa sebenarnya Nyoman Gede Alit, nama yang muncul disebut-sebut Badan Pertanahan Nasional...

BPN Denpasar.

6 Oktober 2020, 07:41 WIB

Menarik ! Keterangan BPN Denpasar Atas Sertifikat Ganda Kasus Bank BPD Bali

Denpasar – Ada menarik dalam keterangan disampaikan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Denpasar terkait sertifikat...

I Ketut Semara Putra (kanan) selaku Plt Kasubag Tata Usaha BPN Denpasar.

1 Oktober 2020, 10:07 WIB

loading...