Jumat, 16 Agustus 2019 - 09:57 WIB

Mahkamah Agung

Mahkamah Agung

Menang Gugatan, Warga Maluku dan Malut Bakal Terima Rp3,9 Triliun

Jakarta – Gugatan class action yang dilayangkan ke PN Jakpus pada 2011 memenangkan warga Maluku dan Maluku Utara yang jadi korban kerusuhan tahun 1999.

Sebagaimana dalam gugatan itu, Warga menggugat Presiden RI, Menko Kesra, Mensos, Menteri Keuangan, Menteri Bappenas, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Menko Polhukam, Menko Perekonomian, Gubernur Maluku, Gubernur Maluku Utara dan Perwakilan Pemda Maluku, Maluku Utara dan Sulawesi Tenggara.

Dalam gugatannya, warga meminta Pemerintah bertanggung jawab dan memberikan ganti rugi atas kerusuhan yang dialami.

Kemudian, Pada 18 Desember 2012, PN Jakpus mengabulkan gugatan tersebut. PN Jakpus menyatakan pemerintah telah melakukan perbuatan melawan hukum karena tidak memberikan bantuan maksimal ke pengungsi.

PN Jakpus memerintahkan Presiden dkk membayar ganti rugi Rp 3.944.514.500.000 kepada 213.217 Kepala Keluarga (KK). Dengan rincian Rp 15 juta untuk bahan bangunan rumah dan Rp 3,5 juta untuk masing-masing KK.

Namun, atas keputusan itu Presiden tidak terima dan mengajukan Peninjauan kembali (PK), dalam peninjauan itu Mahkamah Agung menyatakan menolak dan memenangkan gugatan warga.

“Tolak,” demikian bunyi putusan MA sebagaimana dilansir website MA, Kamis (15/8/2019). Duduk sebagai ketua majelis Takdir Rahmadi dengan anggota Maria Anna Samiyati dan Sudrajat Dimyati.

Untuk mengetahui isi putusan, klik download disini

Artikel ini telah dibaca 3394 kali

loading...
Baca Lainnya

FPMSI Bersama Media KataIndonesia Kembali Sukses Gelar Lomba Dikalangan Pegiat Media Sosial

Untuk menampung aspirasi serta melibatkan partisipasi kalangan pegiat media sosial dalam menyemarakan semangat kemerdekaan guna...

26 Agustus 2019, 15:09 WIB

Situasi Kondusif, Sahabat Polisi Apresiasi Polda Papua Barat

Jakarta – Sahabat Polisi mengapresiasi pengamanan Polri di wilayah Papua Barat pasca terjadinya kerusuhan di...

26 Agustus 2019, 08:58 WIB

Referendum Bukan Solusi Atasi Persoalan Papua

Oleh : Edward Krey (Mahasiswa Papua, tinggal di yogyakarta) Insiden Rasialisme di Surabaya yang akhirnya...

25 Agustus 2019, 21:51 WIB

Habib Rizieq Fitnah Kepulangannya Dipersulit

Oleh : Agung presetya (Pengamat Hubungan Internasional) Beberapa hari terakhir ramai kabar tentang pembesar FPI,...

25 Agustus 2019, 21:48 WIB

Seruan Tokoh Bangsa Wujudkan Situasi Kondusif di Papua

Oleh : Alfa (Pengamat Sosial Politik) Isu Rasisme yang bergulir di tengah masyarakat Papua baru-baru...

25 Agustus 2019, 21:45 WIB

Menengok Kerja Keras Pemerintah Dalam Membangun Papua

Oleh : Yusak Caesar (Pengamat Sosial Politik) Gubernur Papua Lukas Enembe menyayangkan bahwa presiden tidak...

25 Agustus 2019, 21:41 WIB