Lihat, langkah tegas Gubernur Bali tolak Reklamasi Teluk Benoa

  • Whatsapp
Gubernur Bali

Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster meminta PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III segera menghentikan reklamasi di areal seluas 85 hektar bilangan Pelabuhan Benoa. Penghentian ini lantaran pengurukan wilayah laut dikatakan menyebabkan hancurnya ekosistem sudah 17 hektar. Selain itu disinggung telah memicu terjadi sejumlah pelanggaran.

Permintaan itu disampaikan Gubernur Koster, dalam surat resmi kepada Direktur Utama Pelindo III, juga ditembuskan kepada Menteri BUMN, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Perhubungan, serta Menteri Agraria dan Penataan Ruang, disampaikan depan wartawan, Minggu, (25/8)

Muat Lebih

“Dampak lingkungan terjadi berupa rusaknya lingkungan sangat parah dan mengakibatkan kematian vegetasi hutan mangrove beserta ekosistem lainnya seluas + 17 Ha berlokasi di Timur Laut lokasi Dumping II. Kondisi tersebut terjadi karena ada pelanggaran pengerjaan teknis yaitu tidak dibangunnya tanggul penahan/revetment dan tidak dipasangnya Silt Screen sesuai dengan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) pada dokumen AMDAL,” paparnya

Sikap tegas Koster menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan Pengembangan Kawasan Pelabuhan Benoa sebagai Marine Tourism Hub di Kota Denpasar tidak sesuai dengan Visi Pembangunan Daerah Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Perlu dipahami bahwa segala dampak akibat pelaksanaan pembangunan di wilayah Provinsi Bali yang mengganggu keseimbangan dan kesucian Alam, Krama, dan Kebudayaan Bali pada akhirnya merupakan tanggungjawab Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota Se-Bali,” pungkasnya.

Pelanggaran-pelanggaran serta kerusakan vegetasi mangrove ini disampaikan Koster ditemukan Tim Monitoring Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali.

Sisi lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Teja mengungkap, sejak Februari 2019, Tim Monitoring sudah melakukan empat kali kunjungan lapangan. Menemukan sejumlah pelanggaran serta kerusakan lingkungan akibat reklamasi dilakukan selama ini.

Pos terkait

loading...