Jumat, 24 Januari 2020 - 18:05 WIB

Keren, Kapolresta Tangerang Bahas Tawuran Pelajar di DPC PPP Tangerang

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol H. Ade Ary Syam Indradi melakukan kunjungan ke Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Tangerang di Jl. Perintis Kemerdekaan Cikokol, Tangerang, Jumat (23/1/2020).

Pantauan wartawan di lapangan, orang nomor satu di Polresta Tangerang, Polda Banten ini nampak didampingi Kasat Binmas Kompol Teguh Wahyudi, Kasat Intelkam Kompol Tata Kurnata dan Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Rizqi.

Kapolres tiba di kantor DPC PPP sekitar pukul 15.00 wib, disambut Ketua DPC PPP Tangerang H. Nazil Fikri dan beberapa pengurus.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi, yang selama ini sudah erat agar main erat lagi,” terang Ade Ary Syam Indradi.

“Silaturahmi kan bisa ke tokoh masyarakat, ormas dan kelompok lainya,” tutupnya.

Lebih dari itu, lanjutnya, kunjungan ke DPC PPP sekaligus menyampaikan dua kebijakan, yaitu Pemolisian Proaktif/ Kepolisian aktif, dimana kehadiran polri ditengah masyarakat memang sangat diperlukan.

“Fenomena di masyarakat, misalnya kejahatan masyarakat masih ada. Maka dari itu Babinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di masyarakat desa wajib ada di setiap kegiatan masyarakat,” urai Ade Ary Syam Indradi.

Yang kedua adalah peningkatan kerja sama stakeholder untuk membangun sinergi dan hubungan emosional yang lebih dekat.

Dalam kesempatan itu Kapolresta Tangerang meminta kader Partai Persatuan Pembangunan untuk mengatensikan fenomena yang terjadi, diantaranya darurat tawuran pelajar. “Ini diperlukan peran orangtua atau wali murid, tenaga pengajar dan pemerintah,” kata Ade Ary Syam Indradi.

Selanjutnya adalah Nge-BM atau ngegonceng mobil. Banyak santri menyetop kendaraan yang dikhawatirkan berakibat fatal.

Ada lagi soal narkotika, sebagaian kasus penyalahgunaan narkoba mayoritas anak pemuda sehingga kita selaku orangtua memiliki tugas cukup berat untuk melawan para Bandar, pengedar.

Terakhir adalah kasus pencabulan. Beberapa waktu telah terjadi seorang paman mencabuli anak berusia dibawah umur. “Maka dari itu tantangan ke depan, dengan kecanggihan teknologi medsos bisa berdampak pada akhlaq yang kurang baik, bahkan menjadi tindakan criminal,” pungkas Kapolresta.

Artikel ini telah dibaca 13226 kali

loading...
Baca Lainnya

Otsus Jilid 2 Dorong Kemajuan Milenial Papua

Oleh : Sabby Kossay Otonomi khusus jilid 2 didukung penuh oleh mahasiswa dan pemuda Papua,...

21 September 2020, 14:28 WIB

RUU Cipta Kerja Jadi Penyelamat Ekonomi

Oleh : Edi Jatmiko Pandemi covid-19 menghantam perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Agar tak terjadi krisis,...

21 September 2020, 00:51 WIB

Bahaya Covid-19 masih Mengintai, Perketat Protokol Kesehatan

Oleh : Reza Pahlevi Pandemi Covid-19 belum berakhir meski sebelumnya Indonesia sempat mengalami pelandaian kasus....

21 September 2020, 00:37 WIB

Ikatan Keluarga Santri Depok (IKSD) Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Depok 1

Enam rumah permanen terbakar di Jalan Jambu VII, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, pada...

20 September 2020, 18:48 WIB

Omnibus Law Cipta Kerja Memberikan Kemudahan Peluang Usaha

Oleh : Intan Prameswari Makin banyak orang yang ingin membuka bisnis baru, namun sayangnya tebentur...

19 September 2020, 23:32 WIB

Strategi ‘Rem dan Gas’ Seimbangkan Fokus Kesehatan dan Ekonomi di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Oleh: Muhammad Sidiq (Ketua Gerakan Literasi Terbit Regional Kota Bandung) Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan...

19 September 2020, 22:44 WIB

loading...