Rabu, 18 Maret 2020 - 16:25 WIB

Polresta Tangerang Evakuasi Karyawan Pabrik Banjir Panongan

TANGERANG – Ribuan karyawan pabrik terisolasi di kawasan industri dan pergudangan Millenium, Panongan, Kabupaten Tangerang.

Banjir setinggi 60 cm membuat mereka tidak bisa keluar dari dalam pabrik. Selain itu, ada 150 Kepala Keluarga (KK) di Desa Ranca Kelapa yang juga terendam air setinggi satu meter.

Banjir yang terjadi ini merupakan kiriman dari Sungai Cimanceri, Serang Banten. Sungai yang meluap sejak semalam ini, membuat beberapa wilayah di Kabupaten Tangerang terendam banjir.

Polresta Tangerang Polda Banten menggunakan kendaraan trailer agar bisa masuk ke dalam lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap karyawan pabrik. Sedikitnya ada lima trailer serta mobil pemadam yang digunakan untuk mengevakuasi.

Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan pihak kepolisian menerjunkan 100 pasukan untuk membantu karyawan pabrik yang terjebak di dalam kawasan industry Millenium.

“Kami menerjunkan 100 anggota untuk melakukan evakuasi kepada karyawan pabrik yang masih ada di dalam. Kendaraan yang kami gunakan ada 5 trailler secara bergantian masuk kedalam. Karena kondisi air yang cukup tinggi, maka tidak bisa mengevakuasi menggunakan moil biasa,” kata Ade Ary Syam Indradi.

Selain itu, kata Ade, debit air yang cukup deras sedikit menghambat evakuasi. Ia mengatakjan kebanyakan dari karyawan pabrik adalah perempuan, dan mereka tidak berani untuk menyeberang.

“Anggota kami menggunakan tali untuk berpegangan dan membawa karyawan pabrik agar bisa sampai ke trailer. Jika memungkinkan trailer masuk ke dalam pabriknya,” ujar Ade Ary.

Selain itu, kesulitan dari anggota untuk mengevakuasi karena kebanyakan dari mereka tidak mau ikut karena ingin sepeda motor dievakuasi juga.

“Kendaraan kami terbatas, hanya bisa mengangkut orang saja. Sedangkan banyak juga yang tidak mau ikut karena mereka juga meminta agar sepeda motornya diangkut. Kami kesulitan, mengingat jumlah kendaraan yang memang hanya bisa digunakan untuk membawa orang saja,” pungkas Ade Ary.

Artikel ini telah dibaca 5904 kali

loading...
Baca Lainnya

Atasi Radikalisme Melalui Pendidikan di Sekolah

Oleh : Muhammad Zakie Kaum radikal makin ‘menggila’ bahkan tak segan memangsa anak sekolah untuk...

16 Juli 2020, 20:58 WIB

Masyarakat Mendukung Penanganan Covid-19 di Indonesia

Oleh : Angga Gumilar Pandemi covid-19 belum berlalu, pemerintah Indonesia berusaha keras agar tidak ada...

16 Juli 2020, 20:51 WIB

Tracing Masif, Kasus Baru Covid-19 Meningkat

Oleh : Ismail Akhir-akhir ini ada berita tentang melonjaknya jumlah pasien Corona. Bahkan mencapai lebih...

16 Juli 2020, 17:57 WIB

Soal RUU HIP, Begini Ketegasan Menkopolhukam Mahfud MD

Menkopolhukam Mahfud MD menegaskan sikap dasar pemerintah terkait Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP)....

16 Juli 2020, 08:15 WIB

Mewaspadai Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Oleh : Raavi Ramadhan Virus covid-19 semakin mengganas dan ditemukan klaster-klaster baru yang membuat miris,...

14 Juli 2020, 21:50 WIB

Mewaspadai Fenomena Teror Lone Wolf di Indonesia

Oleh : Zakaria Fenomena lone wolf adalah keadaan ketika terorisme bergerak sendiri. Misalnya ketika seseorang...

14 Juli 2020, 08:52 WIB

loading...