Selasa, 7 April 2020 - 21:06 WIB

Tumpukan Pipa Tutup Trotoar, Proyek Pemasangan Kabel PLN Disorot Warga

BADUNG – Proyek pemasangan saluran kabel tegangan menengah (SKTM) milik Perusahaan Pembangkit Listrik Negara (PLN) di ruas Jalan Mengwitani-Batas Kota Denpasar, tepatnya di Kelurahan Kapal, Badung disorot warga. Pasalnya, tumpukan material pipa menutup penuh badan trotoar sehingga mengganggu hak pengguna jalan.

Pekerjaan juga nampak dilakukakan saat jam ramai, nampak tidak ada petugas yang mengatur lalu-lintas kendaraan. Material pipa yang diletakan di atas trotoar juga tanpa proteksi (pengganjal) untuk menghalau agar pipa tidak menggelinding ke tengah jalan dan membahyakan pengendara yang melintas di lokasi tersebut.

Menurut warga yang tidak ingin desebutkan namanya, tumpukan material pipa sudah ada sejak beberapa harian dibiarkan pihak rekanan kontraktor. Warga mengaku, ketika lewat jalur trotoar harus turun ke jalan raya untuk berjalan kaki.

Arus kendaraan jalan raya ini juga dikatakan tergolong ramai dan sering macet pada jam tertentu. “Sudah sekitar beberapa harian-lah di sana (pipa, red),” ungkap sumber tersebut, Selasa (7/4 ).

Terkait kondisi itu, penanggungjawab lapangan, Rony dari PT SKJA yang merupakan salah satu rekanan PLN mengatakan bahwa pemanfaatan trotoar dikatakan sudah ada izin.

“Kita sudah kordinasi mas, kalau untuk badan trotoar itu kordinasi antar instansi terkait (PLN dan BPJN, red). Kita dizinkan memakai sampai proyek selesai. Yang jelas , semua sudah dilakukan,” terang Rony.

Sementara itu, menurut salah satu mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XIII Bali, Nyoman Yasmara megatakan, memang tidak dibenarkan menutup penuh badan trotoar karena itu merupakan hak bagi pejalan kaki.

“Kalau ada galian, pemanfaatan bagian jalan harus izin ke Balai (BPJN). Kalau menutup trotoar secara penuh tetap tidak diperbolehkan karena fungsi trotoar untuk pejalan kaki,” tegasnya.

Sementara itu, Adit selaku Quality Control PLN Bali, dikonfirmasi hal tersebut, melalui pesan Whatsapp mengatakan akan menanyakannya kepada pelaksana lapangan. “Baik Pak. Coba saya tanyakan pelaksana,” tulisnya dalam pesan singkat whatsapp.

Artikel ini telah dibaca 749 kali

loading...
Baca Lainnya

Yes ! Mendagri Bantu Pecalang 5 Juta, Jaya Negara : Masih Kaji

Denpasar – “Sebenarnya secara kajian ada edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar Walikota bantu pecalang...

Ilustrasi (Foto: fb)

2 Juni 2020, 08:08 WIB

Di Balik Banjir Pemogan ! PDAM Badung Untung Warga Buntung

Denpasar – Semalam, ketika hujan datang tidak terhindarkan wilayah Desa Pemogan Denpasar Selatan terendam banjir....

Banjir di Pemogan yang merendam pemukiman warga. (Foto: deliknews.com)

1 Juni 2020, 15:40 WIB

Gilimanuk Jebol, Gung De: Petugas Harusnya Malu Sama Pecalang

Denpasar – Diduga sejumlah warga pendatang dari zona merah tanpa membawa persyaratan dan warga pendatang...

Ilustrasi (Foto: net)

31 Mei 2020, 09:07 WIB

Sah ! Perda Baru RTRW Bali, Koster : Pelanggar Tata Ruang Nggak Ada Toleransi

Denpasar – “Saya sangat komit untuk penegakan aturan ini. Saya akan awasi langsung dengan aparat...

Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Sekda Dewa Indra saat jumpa pers. (Foto: istimewa)

30 Mei 2020, 13:18 WIB

Ketua Pecalang Bali : Memalukan Petugas Gilimanuk Jika Terima Salam Tempel

Denpasar – Ketua Pecalang Bali sering disebut Manggala Agung Pasikian Pecalang Bali, I Made Mudra...

30 Mei 2020, 13:06 WIB

Kejari Badung Siap Kawal dan Amankan Dana Corona

Badung – Anggaran penanggulangan dampak Covid-19 di Kabupaten Badung menuai sorotan publik. Pasalnya, dana Rp...

Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Badung, I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo, SH., MH. (Foto: istimewa)

29 Mei 2020, 14:47 WIB

loading...