Kamis, 7 Mei 2020 - 17:22 WIB

Peran Desa Adat Selamatkan Muka Pejabat Pasca Pandemi di Bali

Bali – Peran Desa Adat bersama Pecalang di Bali tidak berhenti pada penyaluran bantuan pemerintah dan pengawasan warga pasca pandemi COVID-19.

Sebagai garda terdepan lebih pada tugas ganda. Termasuk juga memberi informasi terkait kependudukan. Kegiatan ini jelas sangat membantu pemerintah, terutama pejabat catatan sipil dan dinas sosial.

Selama ini dinas dalam bayang-bayang ancaman pidana dan denda ketika terjadi kelalaian yang tertuang di undang-undang Nomor 13 Tahun 2011, tentang Penanganan Fakir Miskin sebagai tolak ukur penyaluran bantuan sosial.

Kelian Adat dan Pecalang seolah menjadi tameng, menyelamatkan muka pejabat dari tekanan ketidak pastian akhir bencana. Mereka sekarang ini jadi motor penggerak tumpuan berbagai sektor. Bahu-membahu sebagai pejuang tanpa digaji demi negeri.

Komang Nurjaya salah satu Kelian Adat di Banjar Eka Dharma, Desa Sumerta Kauh Denpasar Timur mengungkap, banyaknya data kependudukan terdahulu dari dinas yang kurang update, sehingga tidak sinkron dengan data yang ada sekarang, Kamis (7/5)

Data terbarukan penerima batuan sembako dari kedinasan dikatakan awalnya masih tidak sesuai dengan realita di lapangan lantaran dinas masih banyak mengunakan data lama.

“Tapi bantuan kemarin BLT sudah mulai disinkronisasi karena kedinasan bekerja sama secara langsung dengan adat untuk memvalidisasi data, sehingga tepat sasaran,” jelas Nurjaya

“Kalau dari Banjar Adat sendiri data terbarukan itu pasti. Karena setiap saat kita perbarui. Mendata ‘krama’ suatu contoh masuk dalam pembagian adanya upakara dalam pelemahan. Krama yang mampu dan tidak, jelas terdata,” tambahnya.

Sisi lain juga disinggung terkait bahasa ambigu dari pemerintah adalah ‘membutuhkan’. “Kalau melihat situasi sekarang ini semua warga membutuhkan bantuan. Sisi lain katagori warga kurang mampu juga tidak jelas batasnya. Tapi kalau pihak banjar adat diminta untuk mendata ulang, kita siap,” singgungnya.

Memiliki peran begitu vital, tidak salah jika Gubernur Bali Wayan Koster sampai ke pusat memperjuangkan Perda Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Desa Adat sebelum pandemi. Terbukti, dibentuknya Satgas Gotong Royong oleh Gubernur dalam penanggulangan pandemi COVID-19 di Bali yang jadi urat nadinya adalah Desa Adat.

Guru Besar Bidang Hukum Adat Bali Fakultas Hukum Universitas Udayana (UNUD) Prof.Dr. Wayan P. Windia, S.H, mengatakan, lahirnya Perda Tentang Desa Adat jelas bisa memperkuat eksistensi desa adat dan kedudukan majelis desa adat.

“Perda Nomor 4 tahun 2019 tentang desa adat memperkuat eksistensi desa adat dan majelis desa adat di bali. Sekaligus juga lebih memungkinkan bagi Pemprov Bali untuk melibatkan desa adat dalam mengurangi penyebaran covid-19 di Bali,” tegas Prof. Windia

Artikel ini telah dibaca 6645 kali

loading...
Baca Lainnya

Bau Tak Sedap Tanah Diklaim BPD Bali di Jalan Gadung Menguat

Denpasar – Patut diduga ada tidak beres dalam penguasaan tanah warga seluas 3,85 are dilakukan...

Plang BPD di atas sebidang tanah di Jalan Gadung, Denpasar.

25 September 2020, 19:12 WIB

Sertifikat Ganda ! BPD Bali Bantah Serobot Tanah Tapi Tidak Tahu Muasal

Denpasar – Sebidang tanah luas 3,85 are di Jalan Gadung, Desa Dangin Puri Kangin, Kec....

Kepala Divisi Umum dan Kesekretariatan BPD Bali, IB Gede Ary Wijaya Guntur.

21 September 2020, 21:05 WIB

114 Tahun Pekik Semangat Perang Puputan Badung

Denpasar – ┬áKidung atau ‘kakawin babad’ cikal bakal pekik semangat perang ‘puputan’ diperdengarkan, bersaut dalam...

Ilustrasi

21 September 2020, 13:16 WIB

Terima Mandat Ketua Umum, Pengacara Wayan “Tang” Adimawan Nahkodai HAPI Bali

Denpasar – Pengacara millennial Bali, I Wayan Adimawan, SH., MH., mendapat mandat dari Ketua Umum...

I Wayan Adimawan, SH., MH.

15 September 2020, 17:41 WIB

Tolak Bali Jadi Surga yang Hilang, BIN Kawal Wujudkan Wisata Aman Berdasarkan Protokol Kesehatan

Bali merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak ekonomi paling parah di Indonesia akibat Pandemi...

10 September 2020, 13:16 WIB

Wujud Edukasi Prokes, Forkom Antar Media Bali Bangkit Bagikan 5000 Masker

Forum Komunikasi (Forkom) Antar Media Bali Bangkit bagikan 5000 masker di Bali secara gratis. Pembagian...

9 September 2020, 13:39 WIB

loading...