Senin, 11 Mei 2020 - 15:12 WIB

Penenun Kain Tradisional Desa Lakulo Alami Kendala Pemasaran

Malaka – produksi dari penenun kain tradisional di desa Lakulo kecamatan Weliman masih memiliki kendala untuk pemasaran, mengakibatkan pemasaran kain tenun tradisional hanya terbatas di kota Malaka dan sekitarnya.

Pengrajin kain tenun tradisional  secara turun temurun dari generasi ke generasi masih bisa dilihat di warga desa Lakulo, kecamatan Weliman Kabupaten Malaka NTT.

Dari pantauan deliknews salah satu warga, Maria Goreti Seuk yang lagi menenun kain di halaman rumahnya desa Lakulo, kecamatan Weliman.

Di sela sela menenun kain,  Maria Goreti Seuk menjelaskan, dalam pemrosesan kain tenun membutuhkan benang sekitar 30 kepala benang dengan berfariasi warna benang. Setelah itu benang digulung menadi benang bulatan,  kemudian dilakukan dengan namanya tiha. Dari benang yang sudah di gulung berupa bulatan maka bisa memulai menenun. Proses menenun  membutuhkan waktu berkisar 2 atau 3 minggu.

“Untuk pemasaran kain tenun ikat yang di sebut juga tenun Rua ini beta bawa ke pasar untuk di jual. Kain tenun ikat, dijual dengan harga yang sangat murah seharga Rp.350.000, karena kurang pemasarannya” ungkap Maria Goreti Suek.

Di tempat berbeda salah satu warga dusun Umalor desa Lakulo, Maria Yasinta Hoar mengatakan dengan berjualan kain Itu, beta langsung mambil langsung dari penenun dan saya jual lagi. Biasanya saya jual di pasar Tradisional dengan harga sekitar Rp.400.000 sampai dengan Rp.600.000 itupun berdasarkan Motifnya.

“Hasil penjualan kain tenun ikat itu sangat membantu sekali untuk menambah perekonomian rumah tangga. Walaupun satu atau Dua kain yang dapat terjual. Dari hasil penjualan itu bisa untuk menopang dan membiaya anak di bangku kuliah” ujar Maria Yasinta Hoar.

Harapan pada Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindustrian dan Koperasi Kabupaten untuk membangun showroom atau toko penampung kain tenun ikat untuk dipasarkan ke masyarakat. Sampai harga kain pun ditentukan oleh pihak pemerintah. (Dami Atok/jat)

Artikel ini telah dibaca 205 kali

loading...
Baca Lainnya

Petani Desa Fagoe Menerapkan Program TPJS Meski Belum Dapat Sosialisasi Dari Dinas Pertanian Malaka

Malaka- para petani di Desa Fafoe Kabupaten Malaka sudah melakukan menanam jagung dengan sistim doubel...

15 Mei 2020, 18:56 WIB

Dampak Covid19, Pedagang Aneka Kue Khas Romadhan Di Aceh Singkil Terancam Gulung Tikar

Singkil – Para pedagang kue untuk berbuka puasa di lokasi Jln. Sudirman yang musiman di...

5 Mei 2020, 19:20 WIB

Rupiah Melemah, Pemerintah Diminta Tingkatkan Cadangan Emas

JAKARTA – Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amirika Serikat (AS) yang saat...

18 Maret 2020, 22:11 WIB

MENGENAL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI PERTAMA DI INDONESIA

Indonesia Power merupakan anak perusahaan dari PLN yang bergerak di bidang operasi dan pemeliharaan pembangkit....

14 Maret 2020, 13:13 WIB

5 Produk Tas Selempang Terbaru

Sebagaimana yang diketahui bahwa tas merupakan salah satu aksesoris pelengkap gaya masa kini yang bukan...

11 Maret 2020, 03:42 WIB

Disebut Sebagai Solusi Sidoarjo, Bambang Haryo Akan Prioritaskan Pengusaha

Sidoarjo – Bakal Calon Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono, Jumat malam (21/2) menghadiri undangan pengusaha...

22 Februari 2020, 14:10 WIB

loading...