Sabtu, 23 Mei 2020 - 12:14 WIB

Tini Gorda Beri Solusi Dengan Pola NNL Hadapi COVID-19

Denpasar – “Mari lindungi diri sendiri secara otomatis akan melindungi orang lain. Kembalikan semua pada potensi kearifan lokal sudah berjalan. Kita hidupkan ekonomi sudah mati suri dengan memperkuat peran Desa Adat dalam pola New Normal Life,” kata Dr. A.A.A.N Tini Rusmini Gorda, S.H, M.M.,M.H., Jumat, ( 22/5)

Akademisi yang akrab disapa Tini Gorda ini selaras dengan dikata presiden Jokowi. Selain dosen dan juga sebagai Ketua Ikatan Pengusaha Wanita, ia setuju agar kita belajar hidup berdampingan bersama Covid 19.

Melihat Kota Denpasar sebagai metropolitan Bali dengan tingkat mobilisasi penduduk begitu tinggi, menurut Tini Gorda tidak bisa begitu saja aktivitas warga dari luar dan yang ada dalam kota dibatasi. Ketika diberlakukan kata dosen pengajar di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) ini jelas akan menimbulkan dampak ekonomi lebih tinggi serta efek sosial semakin luas.

“Apakah pola pembatasan kegiatan warga dan pembatasan skala besar bisa menghentikan pandemi virus ? juga belum tentu. Sampai kapan kita bisa menggelontorkan sembako kepada warga ? Perut hari ini kita isi, untuk besok hari siapa yang mengisi. Kita dapat belajar dari penerapan pembatasan sudah berjalan di sejumlah daerah dengan segala efek domino ditimbulkan,”

“Dalam ketidak pastian seperti ini mari kita bijaksana ciptakan suatu iklim bersahabat dengan realitas terjadi, tapi tidak mengesampingkan pandemi. Menanamkan gaya hidup baru memakai fashion berbeda dalam pikiran positif. Jauh dari rasa kecemasan serta penerapan tanpa ada arogansi. Nanti akan tercipta kesadaran pribadi menjaga diri dan melindungi orang lain,” jelas Tini Gorda.

Penerapan New Normal Life (NNL) dari setiap daerah di Indonesia memerlukan konsep berbeda. Bali dengan eksistensi desa adatnya saat pandemi sudah diakui dikatakan sebagai aset besar untuk menyebarkan energi positif. Diharapkan peran desa adat ini lebih fokus ditingkatkan pemerintah dan dikembalikan kepada ‘pararem’ sudah ada.

“Desa Adat satu tentu tidak sama dengan desa adat lain. Kondisional setiap wilayah atau ‘palemahan’ punya aturan ‘awig-awig’ tersendiri. Kita dorong desa adat untuk melakukan ‘pararem’ buat aturan mandiri untuk jalankan NNL. Protokol kesehata secara umum diatur dan secara khusus juga diatur sesuai kondisional. Kita dampingi desa adat dengan tenaga penyuluhan yang difasilitasi pemerintah,” papar Tini Gorda.

Artikel ini telah dibaca 6537 kali

loading...
Baca Lainnya

Terima Mandat Ketua Umum, Pengacara Wayan “Tang” Adimawan Nahkodai HAPI Bali

Denpasar – Pengacara millennial Bali, I Wayan Adimawan, SH., MH., mendapat mandat dari Ketua Umum...

I Wayan Adimawan, SH., MH.

15 September 2020, 17:41 WIB

Tolak Bali Jadi Surga yang Hilang, BIN Kawal Wujudkan Wisata Aman Berdasarkan Protokol Kesehatan

Bali merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak ekonomi paling parah di Indonesia akibat Pandemi...

10 September 2020, 13:16 WIB

Wujud Edukasi Prokes, Forkom Antar Media Bali Bangkit Bagikan 5000 Masker

Forum Komunikasi (Forkom) Antar Media Bali Bangkit bagikan 5000 masker di Bali secara gratis. Pembagian...

9 September 2020, 13:39 WIB

Babak Baru, Sidang Lanjutan Almarhum Frans BS dengan I Made Sumantra

Denpasar – Babak baru sidang lanjutan sengketa lahan antara almarhum Frans Bambang Siswanto (Frans BS)...

I Made Sumantra (kanan) didampingi kuasa hukumnya, I Wayan

8 September 2020, 18:32 WIB

Usung Misi Mengajegkan Tanah Bali dan Adat Istiadat Nusantara, Keris Bali Diresmikan

Klungkung – Hadir dengan membawa semangat mengajegkan tanah Bali, Yayasan Kesatria Keris Bali (Keris Bali)...

Peresmian Yayasan Kesatria Keris Bali.

6 September 2020, 17:54 WIB

Diputus MA Dipasang Plang, BPD Bali Diduga Serobot Lahan Warga

Denpasar – Mengantongi putusan Mahkamah Agung (MA) No.2234K/DPT/2017 pihak Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali mengklaim...

Plang BPD Bali di atas tanah yang ada  di Jalan Gadung, Denpasar Timur.

6 September 2020, 16:35 WIB

loading...