Senin, 21 September 2020 - 13:16 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

114 Tahun Pekik Semangat Perang Puputan Badung

Denpasar –  Kidung atau ‘kakawin babad’ cikal bakal pekik semangat perang ‘puputan’ diperdengarkan, bersaut dalam acara peringatan ke 114 Puputan Badung. Bunga kamboja berguguran bersama tapak jejak kaki sebagai simbul perjalanan sang raja dan rakyat berangkat ‘puputan’ yang tertuang dalam instalasi digelar pada kain hitam dari pelataran ‘jabo sisi’ sampai tengah di Puri Gerenceng Pemecutan Kaja Denpasar, Minggu 20/9

Sejarah aksi heroik ‘Puputan Badung’ puncaknya terjadi 20 September tahun 1906 ini seolah bangkit, jadi cermin perlawanan raja dan rakyat dalam menjaga setiap jengkal tanah kelahiran. Mereka benar-benar pasukan berani mati, tulus dan sepakat melakukan keputusan untuk berperang habis-habisan melawan penjajah Belanda.   

Pangelingsir Puri Gerenceng, AA Ngurah Agung menyampaikan di hari peringatan Puputan Badung ke 114 ini sebagai momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan (leluhur) dalam meraih kemerdekaan guna merebut harkat martabat rakyat Indonesia.

“Peringatan Hari Puputan Badung ke-114 menjadi spirit lelangi (leluhur) dan spirit generasi penerus. Mudah-mudahan peringatan ini bisa kami selenggarakan setiap tahun,” ujar AA Ngurah Agung.

Diharapkan ke depan para generasi penerus bisa melanjutkan dan mempertahankan semangat atau “Spirit Puputan” dalam pembangunan bangsa dan negara. Tujuannya adalah tetap melestarikan warisan budaya leluhur melalui cerita-cerita babad yang dilantunkan melalui kakawin.

“Kompyang (buyut) dan kakek-kakek kami adalah para pejuang Puputan Badung. Salah satu dari anak raja diselamatkan di Puri Gerenceng selama 3 bulan hingga usianya 22 tahun. Ketika menginjak dewasa dibuatkahlah istana dan beliau dinobatkan sebagai Raja Pamecutan X,” imbuhnya

Ia juga berpesan agar generasi penerus tidak melupakan Puri (rumah) dan Pura (tempat ibadah) sebagai bagian warisan budaya, terlebih dalam kondisi heterogenitas penduduk di Kota Denpasar. Lalu, Para (rakyat) juga perlu dijaga seperti dalam kondisi pandemi Covid-19 ini.

Begitu pula Purana (silsilah), yaitu dari mana masyarakat datang (asalnya) karena di Kota Denpasar makin ke depan dikatakan akan dibanjiri pendatang. Pesan ini juga ditujukan kepada Gede Ngurah Ambara Putra, saat ini menjadi bakal calon Walikota Denpasar dan kebetulan hadir pada hari peringatan.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap Ambara Putra, pihak puri memberikan kesempatan kepada Ambara untuk membubuhkan tanda tangan diatas kain berlukis tapak kaki, yang dibentangkan dari gedong puri sampai angkul-angkul sebagai simbol jejak kaki leluhur puri saat berangkat menuju Perang Puputan Badung.

Sebagai salah satu Cawali, Ambara Putra merasa ikut bertanggung jawab dalam menjaga dan melestarikan hari peringatan Perang Puputan ini menjadi momentum perubahan menjaga Bali. Bahkan hal itu, ia konsepkan di dalam visi-misi pencalonannya menjadi Walikota Kota Denpasar 2020.

“Program yang kami tawarkan 5P yakni, Puri, Para, Pura, Purana, Purohita yang merupakan pembentuk dari budaya ini agar bisa lebih ringan, kita harus menjaga 5P ini sebagai pedoman budaya kita. Kita juga akan meningkatkan sektor pendapatan, harus ada upaya menjaga Denpasar ini dalam sisi pemasukannya, bukan hanya pengeluarannya saja,” ujarnya. 

Artikel ini telah dibaca 146 kali

loading...
Baca Lainnya

Dua Gedung Baru SMA R.A. Kartini – Malaka Dipersoalkan Keluarga

Malaka – berawal dari persoalan tanah keluarga kini menjalar mempersoalkan bangun 2 gedung yang sementara...

24 Oktober 2020, 13:11 WIB

Lihat, Polsek Balaraja Apel Pengamanan Aksi Damai Buruh

TANGERANG – Jajaran Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten melaksanakan apel pengamanan aksi damai buruh...

23 Oktober 2020, 23:18 WIB

Serahkan Kunci Rumah Hasil Bedah, Satlantas Polresta Tangerang Harap Begini

TANGERANG – Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang Polda Banten menyerahkan kunci rumah milik seorang warga...

23 Oktober 2020, 23:11 WIB

Pimpin Operasi Yustisi, Kapolresta Tangerang Ajak Masyarakat Disiplin dan Gotong-royong Laksanakan Ini

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi memimpin pelaksanaan Operasi Yustisi di...

23 Oktober 2020, 23:00 WIB

Kapolda Kalteng Pimpin Sertijab 6 Kapolres

Palangka Raya – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Tengah (Kalteng) Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo,...

23 Oktober 2020, 21:46 WIB

Keberadaan Status Tanah Sekolah SMA R.A Kartini Dipersoalkan oleh Keluarga

Malaka – pembangunan SMA R.A. Kartini di desa Naas kecamatan Malaka Barat. Kabupaten Malaka tidak...

23 Oktober 2020, 21:24 WIB

loading...