Kamis, 14 Januari 2021 - 15:15 WIB

Garap Proyek JIT, Antaredja Mulia Jaya Dekati Waskita Karya

Jakarta – Pemrakarsa Proyek Terowongan Terpadu penanggulangan banjir DKI Jakarta, PT Antaredja Mulia Jaya (AMJ) telah meneken perjanjian kerja sama dengan investor dari Korea Selatan, perusahaan korsel ini akan menjadi mitra PT.AMJ untuk mewujudkan proyek JIT yang diklaim sebagai proyek pertama didunia.

Sedangkan untuk mitra dalam negeri PT.AMJ akan menggandeng perusahaan BUMN Waskita Karya, ” Kita sedang berproses untuk bekerjasama dengan Waskita Karya untuk menjadi mitra strategis dalam mewujudkan proyek ini,” ujar Komisaris utama PT.AMJ Wibisono ke awak media di Jakarta, Kamis (14/1)

Kedua belah pihak akan membuat perusahaan patungan dalam rangka percepatan dan akselerasi proyek pengendali banjir di ibu kota tersebut.

“Setelah kita melakukan penandatanganan Moa pada Desember 2019 dengan investor dari Korsel PT Sibernix.inc, maka selanjutnya kita memilih partner dari perusahaan lokal. Kita pilih Waskita Karya karena dikenal sangat berpengalaman dalam mengerjakan proyek-proyek infrastruktur,” terang Wibi.

Sebelumnya, pihak PT.AMJ telah diundang rapat secara virtual dikementerian perekonomian pada tanggal 18 September 2020 yang dipimpin oleh asisten Deputi perencanaan pengembangan kawasan strategis bapak Tulus Hutagalung dengan tujuan untuk membahas tindak lanjut Permohonan Rekomendasi Pembangunan Jakarta Integrated Tunnel oleh PT.AMJ kepada Dewan SDA Nasional

Kemudian, disampaikan melalui surat Direktur Utama PT. AMJ kepada Menko Perekonomian selaku Ketua Dewan SDA Nasional No.01/AMJ/VIII/2020, tanggal 25 Agustus 2020, perihal “Rekomendasi dari Dewan SDA Nasional atas gagasan untuk membangun Proyek “Jakarta Integrated Tunnel” di Jakarta, intinya hasil rapat semua stakeholder yang diundang mendukung proyek ini” ulas Wibi

Lanjut Wibi menerangkan, bahwa hasil Pembahasan dan tindak Lanjut,Pada dasarnya, Pemerintah mendukung kegiatan investasi untuk program pembangunan nasional dengan tetap memperhatikan regulasi yang ada, salah satunya terkait dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan dokumen perencanaan pembangunan, baik dalam skala nasional maupun daerah, Pada tanggal 6 Juli 2020, Kantor Staf Presiden telah melakukan pembahasan mengenai percepatan investasi Proyek JIT.

” Saya berharap tahun ini 2021 proyek yang menelan biaya 42 trilyun rupiah ini bisa dimulai, tinggal persyaratan teknis saja, ini momentum yang baik untuk iklim investasi di tengah Pandemi, karena proyek ini tidak membebani anggaran negara,” pungkas Wibi.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Pakar: Ditolaknya LP Kerumunan Di NTT Bentuk Equality Before The Law

MEDAN – Pakar hukum Dr Alpi Sahari SH MHum, Rabu (3/3/2021) mengatakan tidak diterimanya laporan...

3 Maret 2021, 16:34 WIB

PEMANFAATAN INTERNET UNTUK DIGITALISASI EKONOMI KREATIF

BAKTI Kominfo melaksanakan seminar merajut nusantara bertemakan “Pemanfaatan Internet Untuk Digitalisasi Ekonomi Kreatif” yang diisi...

3 Maret 2021, 12:38 WIB

Pembangunan Infrastruktur Bermanfaat Bagi Rakyat

Oleh : Putu Prawira Berbagai infrastruktur mulai dari bendungan hingga jalan tol yang dibangun oleh...

3 Maret 2021, 03:42 WIB

Otsus Berdampak Positif Bagi Rakyat Papua

Oleh : Moses Waker Rencana perpanjangan otonomi khusus tahun 2021 mendatang, rupanya mendapatkan dukungan dari...

3 Maret 2021, 01:24 WIB

Masyarakat Mendukung Vaksin Gotong Royong

Oleh : Diaz Alawiyah Vaksin gotong royong alias vaksin mandiri adalah cara cepat untuk mendapatkan...

2 Maret 2021, 18:24 WIB

Aturan Turunan UU Cipta Kerja Membawa Kemudahan bagi UMKM

Oleh : Alfisyah Dianasari Pengusaha UMKM diselamatkan oleh pemerintah, berkat UU Cipta Kerja dan aturan...

2 Maret 2021, 00:32 WIB

loading...