Padang, – PT. Hariyona selaku kontraktor pelaksana Pemeliharaan Berkala Jalan Provinsi di Ruas Padang Sawah – Kumpulan (P.068) milik Dinas Bina Marga Cipta Karyadan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar dengan pagu dana Rp6,1 miliar jadi sorotan setelah penghamparan aspal waktu hujan turun.
Atas persoalan tersebut, Pengamat Pembangunan Lulusan Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Indonesia, Ir. Sutan Hendy Alamsyah pun memberikan pendapat.

Usai melihat video aspal bisa dikorek dengan tangan, menurut Sutan itu artinya aspal Pemeliharaan Berkala Jalan Provinsi di Ruas Padang Sawah – Kumpulan (P.068) mutunya kurang.
“Kalau melihat video ini, mutunya kurang. Akibat saat hujan diaspal, beginilah kira – kira jadinya, daya rekat aspalnya jadi berkurang,” terang Sutan orang yang pernah bekerja di Konsultan Asing yang berkantor di Kemang Jakarta Selatan itu.
Senior Arsitek untuk Proyek Menara Jamsostek, Jakarta dan berkiprah juga di dunia kontraktor ini menyebut proses pengaspalan selakyanya tidak saat hujan turun karena akan mempengaruhi daya rekat aspal yang akhirnya mempengaruhi kualitas.
Dikatakan Sutan, pengaspalan waktu hujan jelas sudah mengurangi tata cara layaknya pengaspalan jalan.
“Sehari umur pengaspalan justru bertambah keras harusnya, ini malah rapuh, tapi terkadang dibagian pinggir memang suka begitu karena luput dari mesin gilingnya,” terangnya.
Sementara untuk serah terima pekerjaan, menurutnya tergantung tim PHO bisa saja dimundurkan sampai pekerjaan diperbaiki, dan atau tidak dilakukan PHO.
Pengamat pembangunan lulus Universitas Indonesia ini menyarankan agar pekerjaan lebih dulu diperbaiki sebelum dilakukan serah terima pekerjaan.
PPK Pemeliharaan Berkala Jalan Provinsi di Ruas Padang Sawah – Kumpulan (P.068)
Sebelumnya diberitakan, Tomi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan menyebut bahwa konsultan pengawas berada dilokasi saat penghamparan aspal hotmix waktu hujan turun.
Meski demikian, Tomi belum bisa memastikan apakah pekerjaan sudah sesuai spek atau tidak apabila penghamparan aspal hotmix saat intensitas hujan tinggi.
Menurutnya, apabila suhu minimal 110 tercapai masih bisa dipadatkan, sebab AMP dari lokasi pekerjaan tidak jauh hanya sekira 30 km. Apabila langsung giling suhu masih tercapai. Ketika hujan lebat langsung diputus setelah aspal habis dalam finisher.
Tomi memastikan akan perintahkan rekanan untuk membongkar kembali bila ada yang rusak, kurang padat, retak maupun pecah. Pengawas selalu berada dilokasi ketika pelaksanaan pekerjaan. PPK ini enggan menyebut penghamparan aspal hotmix ketika hujan direstui oleh konsultan pengawas.
“Jadi begini, memang kita akui sekarang hari hujan, terang, hujan. Mereka bekerja waktu tidak hujan, ketika proses penghamparan tiba hujan lebat harus diselesaikan baru diputus. Aspal finisher harus dihabiskan dulu, kalau didiamkan dia akan mengeras, makanya harus dikeluarkan seluruh isi aspal di finisher,” jelas Tomi via seluler, Kamis (8/12/22).
Manager Pelaksana PT. Hariyona
Dari pihak pelaksana PT. Hariyona melalui Manager Pelaksana, Arman, tidak membantah penghamparan aspal hotmix waktu turun hujan. Ia menyampaikan dalam melaksanakan pekerjaan selalu diawasi konsultan pengawas.
“Untuk pelaksanaan pekerjaan kita di saksikan sama konsultan pengawas dari awal pelaksanaan pekerjaan. Kami bertanggung jawab penuh terhadap semua pekerjaan kami, apabila terjadi kerusakan kami akan memperbaiki,” kata Arman.
Manager Pelaksana PT. Hariyona ini mengklaim suhu hotmix yang dihamparkan sudah sesuai spek pekerjaan. Sebab, sebelum melakukan penghamparan aspal, pihaknya beserta pengawas telah melakukan pengecekan suhu terlebih dahulu.
Sebelumnya diberitakan pekerjaan penghamparan aspal hotmix Pemeliharaan Berkala Jalan Provinsi di Ruas Padang Sawah – Kumpulan, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, ketika hujan jadi perhatian banyak pihak, warga pun mendesak agar diperbaiki dengan membongkar pekerjaan tersebut.
Fakta Ditemukan di Lokasi Pekerjaan
Beberapa masyarakat setempat mengaku menyaksikan proses pengaspalan jalan ketika hujan turun dan khawatir tidak akan tahan lama.
“Ya benar, kemarin mereka mengaspal ketika hujan lebat. Kalau begini tidak akan tahan lama, aspal tidak kuat, terlihat sudah banyak yang rusak,” ungkap warga setempat kepada awak media.

Bukan hanya itu, terpantau pada lokasi pekerjaan sudah ada beberapa aspal yang turun karena dilewati kenderaan. Aspal pun terasa lunak bisa dikorek dengan tangan, dan terlihat basah di bagian permukaan aspal, sehingga diduga jadi sebab mudahnya aspal ini terkelupas.
