Sumatera Barat, – PT Pertamina melalui juru bicara atau VP Corporate Communication, Fajar Djoko Santoso, ikut menanggapi persoalan dugaan sejumlah agen LPG di wilayah Sumatera Barat yang tidak memenuhi syarat kantor dan gudang.

“Salah satu pengawasan Pertamina adalah melakukan tindakan tegas terhadap agen yang menyalahi aturan”, kata Fajar Djoko Santoso, dikonfirmasi deliknews.com.

Sanksi tegas yang dimaksud menurut Fajar Djoko Santoso, sudah ada dilakukan terhadap agen yang menyalahi aturan dibeberapa daerah.

Namun lain hal dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), sepertinya hingga saat ini belum ada memberikan tindakan tegas atau sanksi tegas. Melainkan masih memberikan kesempatan kepada agen untuk berbenah.

Padahal, Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, menjelaskan bahwa tim pengecekan telah menemukan bahwa beberapa sarana prasarana (sarpras) agen tidak memenuhi syarat.

“Tim kami telah melakukan pemeriksaan, dan memang ditemukan bahwa beberapa sarpras tidak memenuhi syarat,” ujarnya Satria via WhatsApp kepada deliknews.com, Senin (28/8/23).

Dalam menghadapi temuan ini, Pertamina Patra Niaga memberikan kesempatan kepada agen-agen terkait untuk melakukan perbaikan.

Namun, Satria menegaskan bahwa keadaan ini bisa berdampak pada performa agen-agen tersebut dan dapat memengaruhi perpanjangan kontrak di masa mendatang.

“Saat ini, kami memberi instruksi kepada agen-agen untuk segera memperbaiki sarpras sesuai dengan persyaratan kontrak yang telah ditetapkan. Hal ini juga akan mempengaruhi performa agen-agen dalam proses perpanjangan kontrak nanti,” jelas Satria.

Satria juga memberikan contoh konkret hasil pengecekan lapangan yang dilakukan oleh Pertamina pada tanggal 27 Juli 2023. Beberapa temuan mencakup ketidaksesuaian dalam hal kantor, gudang, dan alamat agen.

“Kami menemukan bahwa beberapa agen sudah memiliki kantor dan gudang. Namun, perlu dilakukan perbaikan, termasuk perbaikan kantor, gudang dan alamat. Selain itu, ada agen yang sudah memiliki lahan untuk rencana pembangunan gudang,” paparnya.

Satria menambahkan bahwa kelengkapan sarana dan fasilitas agen harus dipenuhi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pertamina berharap agar agen-agen tersebut dapat segera memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan Pertamina Patra Niaga.