JAKARTA – Polda Metro Jaya secara resmi memulai penyelidikan mendalam terkait dugaan kasus prostitusi anak yang melibatkan warga negara asing (WNA). Praktik eksploitasi seksual ini ditengarai terjadi di kawasan Jakarta Selatan dan sempat memicu kegaduhan di jagat maya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah menelusuri kebenaran isu yang beredar tersebut. Penyelidikan ini melibatkan dua satuan khusus untuk memastikan identitas pelaku dan korban.
”Isu yang beredar tentang adanya WNA terkait dengan anak-anak di bawah umur. Ini masih didalami oleh Direktorat Siber dan Direktorat PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) serta PPO,” tegas Budi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (11/5).
Penyelidikan ini dipicu oleh unggahan viral di media sosial X (dahulu Twitter). Dalam unggahan tersebut, seorang WNA diduga memamerkan aktivitasnya saat menggunakan layanan prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur.
Akun pengunggah tersebut juga melampirkan bukti-bukti yang cukup meresahkan, mulai dari sejumlah foto hingga daftar tarif transaksi seksual. Hal ini memperkuat indikasi adanya praktik eksploitasi seksual anak secara terorganisir di wilayah Jakarta Selatan.
Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa kepolisian memberikan atensi khusus pada kasus ini. Menurutnya, perlindungan terhadap anak merupakan prioritas utama Polda Metro Jaya, terutama yang berkaitan dengan tindak pidana eksploitasi.
”Polda Metro Jaya fokus dan peduli terhadap anak, apalagi infonya eksploitasi. Penyelidikan oleh Dit Siber dan Dit PPA/PPO sudah berjalan terhadap informasi tersebut,” lanjut Budi.
Selain upaya internal, pihak kepolisian juga membuka ruang partisipasi bagi masyarakat yang memiliki informasi tambahan mengenai aktivitas ilegal tersebut. Identitas pelapor dipastikan akan terlindungi.
”Bagi masyarakat yang memiliki informasi bisa melaporkan kepada kita melalui layanan 110 ataupun langsung kepada penyidik,” sambung Budi menutup keterangannya.
Hingga saat ini, polisi masih terus melacak jejak digital akun terduga pelaku serta memverifikasi lokasi pasti terjadinya dugaan praktik prostitusi tersebut. Langkah preventif dan pengawasan di kawasan Jakarta Selatan juga terus ditingkatkan.
