JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tengah menjalankan strategi transformasi bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Langkah besar ini diambil bukan sekadar untuk mengejar kemajuan, melainkan guna mewujudkan kedaulatan dan kemakmuran yang sejati bagi seluruh rakyat Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026). Ia menyebut arah pembangunan saat ini telah bergeser ke visi yang jauh lebih berani.
“Kita tidak hanya mau bicara pembangunan, kita sekarang punya cita-cita yang lebih berani. Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila,” ujar Presiden Prabowo di hadapan peserta upacara.
Presiden Prabowo menjelaskan, transformasi tersebut diwujudkan melalui sederet program strategis nasional. Mulai dari hilirisasi sumber daya alam, penguatan ketahanan pangan, kebangkitan koperasi, hingga perbaikan tata kelola demi mencegah kebocoran kekayaan negara ke luar negeri.
Pemerintah juga berfokus penuh pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sektor esensial. Salah satu instrumen utamanya adalah pemenuhan gizi generasi muda serta penguatan sektor pendidikan dan kesehatan.
“Kita terus memberi makan bergizi gratis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul dan cerdas. Kita memperkuat pendidikan, kesehatan, dan pembangunan manusia,” tutur Kepala Negara.
Meski demikian, Mantan Danjen Kopassus ini mengakui bahwa agenda perubahan besar ini tidak akan berjalan mulus. Ia memprediksi pemerintah akan menghadapi perlawanan dari pihak-pihak tertentu yang ingin memperlemah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Tapi bangsa yang besar harus berani, kita harus berani ambil keputusan yang benar. Walaupun sulit, kita harus berani membela rakyat kita,” tegas Presiden Prabowo.
Mengakhiri amanatnya, Presiden Prabowo menyinggung kembali pesan historis dari proklamator Bung Karno mengenai pentingnya berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri. Menurutnya, kemandirian ekonomi adalah syarat mutlak agar Indonesia menjadi bangsa bermartabat yang tidak bergantung pada negara lain.
”Bangsa yang kuat karena persatuannya, bangsa yang makmur karena keadilannya, bangsa yang besar karena kemanusiaannya. Mari kita jaga Pancasila, mari kita amalkan Pancasila,” pungkasnya.
