MAKASSAR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terjadinya 1.349 kali gempa susulan setelah gempa utama bermagnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng). Fenomena alam yang masif ini memicu kerusakan ribuan rumah tinggal serta fasilitas publik di wilayah tersebut.
Berdasarkan data BMKG hingga Selasa (23/6) tengah malam, tren aktivitas gempa susulan sebenarnya sudah menunjukkan penurunan yang signifikan. Namun, dari ribuan getaran tersebut, terdapat 49 gempa yang dirasakan langsung oleh masyarakat dengan magnitudo terbesar mencapai 5,3.
“Dari jumlah tersebut, 49 gempa dirasakan masyarakat. Aktivitas gempa susulan menunjukkan tren penurunan yang signifikan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/6/2026).
Dampak kerusakan di Kabupaten Sigi tercatat sangat masif. Data sementara menunjukkan sebanyak 2.533 hingga 3.032 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga berat.
Selain pemukiman, gempa juga merusak 110 rumah ibadah, 35 gedung sekolah, dan 19 kantor pemerintahan termasuk Kantor Bupati Sigi. Sebanyak 3.600 kepala keluarga atau sekitar 9.609 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini.
Pemerintah Kabupaten Sigi bergerak cepat dengan menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung sejak 16 hingga 30 Juni 2026. BNPB memastikan akan terus mendampingi pemerintah daerah hingga tahapan rekonstruksi dimulai.
Di sisi lain, situasi darurat masih terlihat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Torabelo, Sigi. Pihak manajemen terpaksa memberikan pelayanan medis dan merawat pasien di dalam tenda darurat demi menjaga keselamatan dari ancaman gempa susulan.
“Pelayanan di tenda darurat masih terus berlangsung hingga waktu yang tidak ditentukan. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan pasien dan petugas medis,” kata Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Torabelo Sigi, dr. Marannu C. Sambo.
Saat ini, kurang dari 20 pasien dengan penyakit umum, anak-anak, dan lansia masih menempati tenda darurat tersebut. Sementara itu, pasien korban gempa yang mengalami cedera patah tulang telah dirujuk ke RSUD Undata untuk penanganan spesifik oleh dokter ortopedi.
Data terakhir dari Satgas Tanggap Darurat mencatat total korban luka berat mencapai 14 orang dan luka ringan sebanyak 78 orang. Peristiwa pilu ini juga dilaporkan telah merenggut tiga korban jiwa.
