Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Ekonomi & Bisnis

Khofifah: Dibalik Konflik Global, Ekspor Ikan Kaleng Banyuwangi Justru Meroket ke Pasar Dunia

BANYUWANGI – Di tengah ketidakpastian geopolitik dan konflik global, industri perikanan nasional justru mencatatkan performa gemilang. Permintaan global terhadap produk pangan olahan siap saji yang melonjak menjadi berkah tersendiri bagi ekspor komoditas perikanan dari Kabupaten Banyuwangi.

​Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melepas pengiriman 10 kontainer ikan kaleng senilai Rp 10 miliar pada Jumat (3/7/2026). Produk tersebut diekspor ke sejumlah negara di benua Afrika dan Eropa, serta Uni Emirat Arab, Tanzania, Lebanon, hingga Kamboja.

​Khofifah mengungkapkan, tantangan global saat ini justru memicu perubahan pola konsumsi masyarakat internasional. Produk pangan yang praktis, tahan lama, dan siap saji kini menjadi komoditas yang paling dicari.

​”Ternyata ketika terjadi hal-hal di berbagai negara yang mengalami konflik, kebutuhan ikan siap saji makin tinggi. Jadi ketika ada tantangan, ini justru menjadi peluang besar,” ujar Khofifah di sela prosesi pelepasan ekspor.

​Salah satu perusahaan yang sukses menangkap peluang ini adalah PT Pacific Harvest. Perusahaan tersebut terus memperluas jangkauan pasar internasional dengan mengedepankan strategi hilirisasi melalui prinsip “Petik, Olah, Kemas, dan Jual”.

​Menurut Khofifah, efisiensi rantai pasok kini semakin optimal berkat adanya pabrik kaleng lokal di Banyuwangi. Pabrik hasil kemitraan strategis dengan investor asing tersebut mampu memangkas ketergantungan impor bahan baku kemasan.

​”Kemandirian produksi dari hulu ke hilir ini tidak hanya memangkas ketergantungan impor, tetapi juga mendongkrak nilai tambah produk sarden lokal secara signifikan,” tambah dia.

​Peningkatan volume ekspor dan masuknya investasi industri substitusi impor diyakini akan membawa multiplier effect bagi perekonomian Banyuwangi. Sektor ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif ke depannya.

​Selain memperkuat devisa negara, pertumbuhan industri ini berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal. Khofifah optimistis langkah ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, khususnya bagi para nelayan dan pekerja industri hilir.