Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Peristiwa

Dihantam Gelombang Tinggi, Longboat Berpenumpang 14 Orang Tenggelam di Maluku!

Gambar ilustrasi tenggelam (Pexels/Senanur Ceylan)

AMBON – Sebuah kecelakaan laut menimpa satu unit longboat yang mengangkut 14 orang penumpang di sekitar perairan antara Pulau Sera dan Pulau Selu, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Peristiwa tragis yang terjadi pada Selasa (7/7/2026) pagi tersebut mengakibatkan satu orang penumpang meninggal dunia.

Perahu motor tersebut awalnya bertolak dari dermaga Desa Kumatubun, Pulau Sera, sekitar pukul 08.00 WIT dengan kondisi cuaca yang cerah. Namun, setelah 30 menit berlayar, cuaca di laut tiba-tiba memburuk disertai tiupan angin kencang dan gelombang tinggi yang langsung menenggelamkan kapal.

Sesaat setelah kapal karam, seluruh penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan berenang. Sebanyak 13 penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh nelayan setempat yang melintas, sementara satu orang lainnya dinyatakan hilang terbawa arus.

“Pada tanggal 8 Juli 2026 pukul 11:10 WIT, terima informasi dari bapak Olo BPBD Kepulauan Tanimbar bahwa pada tanggal 7 Juli 2026 pukul 08:30 WIT longboat POB (person on board) 14 orang tenggelam,” ujar Koordinator Pos SAR Saumlaki, Wahyunan Samal, dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026) malam.

Mendapat laporan tersebut, Tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan operasi pencarian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) bersama kapal nelayan. Petugas harus menyisir perairan Pulau Sera di tengah terjangan gelombang laut yang mencapai ketinggian 2,5 meter.

Setelah melakukan penyisiran selama beberapa jam, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan korban hilang bernama Thomas Kadung (42). Korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa, mengapung di perairan Hutan Bakau, Dusun Tatun Angbabal, Pulau Selu.

“Longboat itu POB berjumlah 14 orang, 13 orang selamat, satu orang dinyatakan hilang atas nama Thomas Kadung umur 42 tahun laki-laki,” ucap Wahyunan menambahkan.

Jasad pria paruh baya tersebut langsung dievakuasi oleh petugas menuju Pulau Selu untuk diserahkan kepada pihak keluarga agar bisa segera dimakamkan. Dengan ditemukannya seluruh korban, pihak Basarnas resmi menutup operasi pencarian dan penyelamatan ini.