Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Jawa Timur

Disindir Cak Imin dan Ditantang Kiai Zulfa, Gus Yahya Tegaskan Siap Pimpin PBNU Lagi karena Alasan Ini!

Sumber Foto: Kompas.com/Farid Assifa

SumberJOMBANG – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk kembali bertarung dalam bursa pemilihan calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU mendatang.

​Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh pria yang akrab disapa Gus Yahya saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (12/7/2026). Di hadapan keluarga besar pesantren dan dzuriyah tokoh pendiri (muassis) NU, KH Abdul Wahab Hasbullah, ia memaparkan alasan mendasar di balik keputusan besarnya tersebut.

​Gus Yahya menegaskan bahwa langkah untuk maju kembali ini diambil sebagai bagian dari kewajiban moral serta hak syariat. Ia berkomitmen penuh untuk menuntaskan sejumlah janji serta rencana strategis organisasi yang belum sepenuhnya terealisasi sepanjang periode kepemimpinan pertamanya.

​”Dulu saya maju sebagai Ketua Umum PBNU dengan janji-janji untuk melakukan sejumlah hal. Tapi karena keadaan, ada beberapa hal yang belum terlaksana,” kata Gus Yahya saat memberikan keterangan di lingkungan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Minggu (12/7/2026).

​Ia menambahkan, seandainya situasi berjalan normal, seluruh komitmen tersebut dipastikan selesai sebelum forum tertinggi organisasi digelar. Gus Yahya bahkan menganalogikan program-program yang tertunda tersebut sebagai “utang” organisasi yang menjadi tanggung jawabnya untuk segera dilunasi.

​”Makanya saya minta waktu untuk melunasi utang. Jika diberi waktu, nah, kalau tidak diberi waktu berarti utang saya dianggap lunas. Sehingga tidak akan ditagih lagi di yaumul hisab,” tutur Gus Yahya lugas.

​Langkah politik petahana ini dipastikan membuat tensi internal menjelang Muktamar kian hangat. Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa juga telah menyatakan kesiapannya secara terbuka untuk ikut memperebutkan kursi nomor satu di organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.

​Kendati demikian, arus pencalonan kembali Gus Yahya tidak sepi dari kritik tajam. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sempat menyindir bahwa kepemimpinan saat ini belum memberikan perubahan nyata bagi PBNU dan menyebut organisasi memerlukan sosok pemimpin baru yang lebih segar.

​Selain membahas kontestasi, Gus Yahya menyampaikan rasa syukur atas ditetapkannya PPBU Tambakberas sebagai lokasi utama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus mendatang. Pemilihan lokasi ini dinilai memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat mendalam bagi warga Nahdliyin.

​”Karena Tambakberas ini tempat lahirnya pendiri NU Kiai Wahab Hasbullah. Insya Allah harapan muktamar dinaungi berkah ulama dan muassis membesarkan hati kami,” ungkap Gus Yahya penuh harap.

​Forum akbar ini juga diharapkan menjadi momentum strategis bagi NU untuk merumuskan arah taktis organisasi di tengah pergeseran tatanan global pasca-konflik dunia. NU dituntut adaptif terhadap perubahan geopolitik internasional agar fungsi pengabdiannya tetap relevan bagi kemaslahatan umat serta kemanusiaan universal.