Agam – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menilai banjir bandang yang melanda Palembayan, Kabupaten Agam, sebagai peringatan serius atas kondisi lingkungan Danau Maninjau. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung posko pengungsian dan lokasi terdampak bencana.

Bambang Haryo mengungkapkan, kerusakan yang terjadi sangat luas. Banyak rumah warga terendam lumpur akibat terjangan air yang mencapai ketinggian lebih dari enam meter dan menghantam kawasan permukiman rakyat.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan warga, aliran air berasal dari Danau Maninjau dengan kecepatan tinggi. Kondisi ini diduga dipicu oleh pendangkalan danau yang mengurangi kapasitas tampung air, ditambah kemungkinan adanya bagian bibir danau yang jebol.

“Jika danau tidak lagi mampu menampung air, maka dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat di hilir. Ini perlu penanganan serius agar tidak terulang,” kata Bambang Haryo.

Bencana tersebut mengakibatkan duka mendalam bagi masyarakat setempat. Data sementara mencatat sekitar 90 orang meninggal dunia dan hilang. Bambang Haryo menyampaikan belasungkawa dan menyebut tragedi ini harus menjadi perhatian nasional.

Ia juga menyoroti harapan warga untuk bisa bangkit secara ekonomi. Menurutnya, banyak korban menggantungkan hidup dari UMKM yang kini lumpuh akibat bencana.

“Masyarakat berharap ada dukungan permodalan, terutama pinjaman dengan bunga lunak, agar mereka bisa kembali berusaha dan menata kehidupan,” ujarnya.

Bambang Haryo menegaskan komitmennya untuk mendorong langkah-langkah pemulihan yang komprehensif, mulai dari penanganan lingkungan hingga penguatan ekonomi masyarakat terdampak.