JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan pentingnya perumusan program pengentasan kemiskinan yang berbasis pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini dinilai krusial agar seluruh bantuan dan kebijakan sosial tepat sasaran di tengah masyarakat.

Pemerintah menaruh perhatian khusus pada keakuratan basis data agar perencanaan pembangunan di tingkat pusat maupun daerah berjalan selaras. Menurut Mensos, keandalan data menjadi fondasi utama dalam mengeksekusi program-program kesejahteraan sosial ke depan.

“Data ini menjadi paling krusial. Jadi kita ini harus benar-benar punya perhatian khusus terhadap data,” ujar Gus Ipul saat menjadi narasumber pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026, Jumat (22/5/2026).

Gus Ipul menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga untuk memulai kerja menggunakan data yang akurat. Sebagai payung hukum resmi, pemerintah juga telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN.

Dalam acara daring bertema ‘Kepemimpinan Adaptif dalam Transformasi Tata Kelola’ yang diselenggarakan BPSDM Sumatera Utara ini, Gus Ipul menyentil ego sektoral kepemilikan data. Ia menyebut kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah selama ini cenderung berjalan sendiri-sendiri dengan basis data masing-masing.

“Kita tahu bahwa sejak Indonesia merdeka kita belum memiliki data yang tunggal yang bisa dijadikan acuan bersama,” kata Gus Ipul menambahkan.

Merespons paparan tersebut, salah satu peserta pelatihan asal Provinsi Bengkulu mengonfirmasi bahwa pemerintah daerahnya kini sudah menjadikan DTSEN sebagai acuan utama penyaluran bantuan sosial. Gus Ipul mengapresiasi hal tersebut dan mengingatkan bahwa data kemiskinan bersifat dinamis sehingga perlu pemutakhiran berkala.

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico dan Kepala BPSDM Sumatera Utara Agustinus Panjaitan turut mendampingi Mensos dalam kegiatan yang diikuti oleh 49 peserta instansi pemerintahan tersebut. Gus Ipul meminta seluruh aparatur sipil negara memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kapasitas sebagai pelayan publik yang tangguh.