MOSKOW — Pemerintah Indonesia dan Rusia resmi menyepakati penguatan kerja sama strategis di sektor kemaritiman. Langkah besar ini ditandai dengan pertemuan Konsultasi Bilateral yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Ketua Dewan Maritim Federasi Rusia, Nikolai Patrushev, di Moskow, Senin (1/6).
Kerja sama ini menjadi babak baru yang memperkuat hubungan kedua negara setelah penandatanganan Deklarasi Kemitraan Strategis oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada Juni 2025 lalu.
Menko AHY menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak lagi sekadar urusan diplomasi politik. “Hubungan kedua negara bergerak menuju kemitraan strategis yang lebih konkret dalam pembangunan ekonomi, konektivitas, teknologi, dan ketahanan wilayah,” ujar AHY dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2026).
Sebagai negara kepulauan, Indonesia dinilai sangat membutuhkan sistem konektivitas yang terintegrasi untuk menekan biaya logistik nasional. Pengalaman Rusia di bidang infrastruktur maritim diharapkan mampu menyokong penuh agenda pembangunan nasional tersebut.
Untuk memastikan kesepakatan berjalan terarah, kedua negara langsung membentuk tiga kelompok kerja (working group) strategis. Kelompok ini akan berfokus pada industri galangan kapal, pengelolaan perikanan berkelanjutan, hingga pengembangan riset dan SDM.
“Kekayaan geografis ini bukan hanya warisan, tetapi juga tanggung jawab dan peluang untuk membangun masa depan bersama,” tambah AHY optimistis.
Sejumlah proyek nyata pun mulai digulirkan, salah satunya kolaborasi PT PAL Indonesia dengan Rosatom dalam pengembangan Floating Nuclear Power Plant (FNPP). Selain itu, PT Pelindo juga tengah menjajaki kerja sama dengan CIFREX untuk pengembangan kapal cepat.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar, Odo R.M. Manuhutu, beserta Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana, Nazib Faizal, turut hadir mendampingi Menko AHY guna mengawal implementasi teknis proyek-proyek strategis tersebut di lapangan.
Menutup pertemuan, AHY menekankan pentingnya aksi nyata dari komitmen yang telah dibuat. “Mari kita melangkah bersama dengan visi yang berani, kerja yang terukur, dan hasil yang nyata,” pungkasnya.
