Sabtu, 30 Maret 2019 - 15:20 WIB

Gede Ariadi (kanan), Mundur dari Partai Golkar Buleleng dan pencalegan

Gede Ariadi (kanan), Mundur dari Partai Golkar Buleleng dan pencalegan

Ketua Golkar Buleleng Mundur dari Partai dan Caleg, Ketahuan Pilih Prabowo?

Buleleleng – Ketua Harian DPD II partai Golkar Buleleng, Gede Ariadi selaku pentolan pengurus  Partai Golkar Buleleng  mengajukan surat pengunduran diri untuk kepengurusan partai dan sebagai Caleg di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dapil Kota Buleleng.

Pengunduran diri putra Mantan Bupati Buleleng, Putu Bagiada ditengah pelaksanaan Pemilu 2019 yang tinggal menghitung hari  menjadi pertanyaan besar kalangan elit partai pohon beringin ini. Pasalnya dia juga ikut diduga mendukung Capres Prabowo-Sandi, perpindahan dukungan itu membuat dia menjadi bulan-bulanan Partai.

Dalam surat tertanggal 26 Maret 2019, menyatakan Ariadi memilih mundur karena kesibukan dirinya dalam menempuh pendidikan S3 (Doktor) .

“Tidak betul, Ini adalah bentuk keyakinan dirinya untuk berkonsentrasi dalam studi program doktor yang dijalani sejak tahun 2018, studi ini memerlukan kehadiran saya dalam kegiatan akademis baik dalam kegiatan perkuliahan, seminar dan penelitian yang benar-benar memang membutuhkan perhatian penuh dari saya,” kata Ariadi, Sabtu (30/3)

Terpisah, Pengurus DPD Golkar Bali Koordinator Wilayah (Korwil) Buleleng, IGK. Kresna Budi mengaku, masih belum mengetahui pengajuan pengunduran diri Ariadi selaku pengurus Golkar Buleleng dan caleg di Pileg 2019 ini.

Kendati demikian Kresna Budi menegaskan, untuk pengunduran diri sebagai caleg dari partai Golkar itu ada mekanisme yang dilakukan di KPU Buleleng.

Sedangkan untuk pengunduran diri sebagai pengurus Golkar Buleleng (Ketua Harian DPD II Golkar Buleleng, red) barulah melalui mekanisme partai. Meski demikian Kresna Budi, prihal pengajuan pengunduran diri Ariadi itu merupakan kewenangan dari pengurus DPD II Golkar Buleleng.

“Ada konsekuensi itu kalau mundur dari pencalegan, itu ranahnya di KPU. Kalau mundur sebagai pengurus baru di partai. Kalau dalam surat kan mundur sebagai pengurus partai dan caleg, jadi itu harus dibedakan dan dipahami. Saya sih tidak masalahkan, tapi alangkah baiknya bisa dipertimbangkan dulu,” ujar Kresna Budi.

Sementara Plt. Ketua DPD II Golkar Buleleng, Made Adhi Jaya juga mengaku, belum mendengar prihal pengajuan mundurnya Ariadi tersebut. Namun Adhi Jaya mengaku, sangat menyayangkan keputusan Ariadi,

“Itu mundurnya Ariadi, haknya dia. Tapi saya sayangkan, karena itu dilakukan saat Pileg yang akan berlangsung dalam waktu dekat,” kata Adhi Jaya.

Artikel ini telah dibaca 6566 kali

loading...
Baca Lainnya

Terima Mandat Ketua Umum, Pengacara Wayan “Tang” Adimawan Nahkodai HAPI Bali

Denpasar – Pengacara millennial Bali, I Wayan Adimawan, SH., MH., mendapat mandat dari Ketua Umum...

I Wayan Adimawan, SH., MH.

15 September 2020, 17:41 WIB

Tolak Bali Jadi Surga yang Hilang, BIN Kawal Wujudkan Wisata Aman Berdasarkan Protokol Kesehatan

Bali merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak ekonomi paling parah di Indonesia akibat Pandemi...

10 September 2020, 13:16 WIB

Wujud Edukasi Prokes, Forkom Antar Media Bali Bangkit Bagikan 5000 Masker

Forum Komunikasi (Forkom) Antar Media Bali Bangkit bagikan 5000 masker di Bali secara gratis. Pembagian...

9 September 2020, 13:39 WIB

Babak Baru, Sidang Lanjutan Almarhum Frans BS dengan I Made Sumantra

Denpasar – Babak baru sidang lanjutan sengketa lahan antara almarhum Frans Bambang Siswanto (Frans BS)...

I Made Sumantra (kanan) didampingi kuasa hukumnya, I Wayan

8 September 2020, 18:32 WIB

Usung Misi Mengajegkan Tanah Bali dan Adat Istiadat Nusantara, Keris Bali Diresmikan

Klungkung – Hadir dengan membawa semangat mengajegkan tanah Bali, Yayasan Kesatria Keris Bali (Keris Bali)...

Peresmian Yayasan Kesatria Keris Bali.

6 September 2020, 17:54 WIB

Diputus MA Dipasang Plang, BPD Bali Diduga Serobot Lahan Warga

Denpasar – Mengantongi putusan Mahkamah Agung (MA) No.2234K/DPT/2017 pihak Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali mengklaim...

Plang BPD Bali di atas tanah yang ada  di Jalan Gadung, Denpasar Timur.

6 September 2020, 16:35 WIB

loading...