Minggu, 28 April 2019 - 19:05 WIB

terdakwa I Made Sumantra

terdakwa I Made Sumantra

Pembelaan Dikebiri, Eks Ketua HIPMI Bali Menuntut Keadilan

Denpasar – Dijatuhi hukuman menjadi enam tahun penjara dalam tingkat banding, terdakwa I Made Sumantra (74) seorang kakek mantan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali diera 1980, tidak pernah surut memperjuangkan haknya berencana melakukan perlawanan sampai upaya kasasi.

Melalui kuasa hukumnya, I Wayan Adimawan, SH.,MH menyayangkan, sebelumnya pada sidang tingkat pertama hakim telah membacakan amar putusan empat tahun penjara. Dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri Denpasar dikatakan bahwa terdakwa diam – diam melaporkan kehilangan sertifikat pada Agustus 1991 di Polres Badung.

“Saya kecewa dalam amar putusan majelis hakim mengesampingkan nota pembelaan kuasa hukum dan menjerat terdakwa dengan pasal 266 ayat 1 KUHP, hanya lantaran melaporkan kehilangan sertifikat. Baru diketahui dihadapan penyidik kepolisian tahun 2017 ada di tangan pelapor setelah berita acara pemeriksaan sebagai tersangka,” ungkapnya, Minggu (28/4)

Dijelaskan lebih jauh, ketika mengajukan momori banding pada pengadilan tinggi (PT) Denpasar tanggal 23 April 2019, sehari setelah pengajuan 24 April 2019 majelis hakim sudah menjatuhkan putusan 6 tahun penjara. Pihaknya mengaku mengetahui adanya putusan ini dari situs sistem informasi penelusuran perkara (SIPP PN Denpasar).

“Padahal dalam status perkara yang di update 26 April masih dalam penerimaan memori banding. Patut diduga ada pelanggaran proses berita acara pidana. Untuk itu saya bersurat ke pengadilan tinggi guna meminta salinan resmi agar dapat mengajukan upaya kasasi,” terangnya.

Pengacara akrab disapa Tang ini berharap hak-hak terdakwa tidak dikebiri dalam mencari keadilan.

“Kami berharap kasus ini didudukkan pada posisi yang sebenarnya. Jangan mengkebiri hak-hak terdakwa karena negara ini negara hukum bukan negara kekuasaan,” singgungnya.

Diceritakan sebelumnya, kasus ini bermula ketika pihak Made Sumantra melaporkan saudara Frans Bambang Siswanto ke Mabes Polri lantaran mangkir terhadap perjanjian kemufakatan tahun 1993 atas haknya dalam perusahaan yang belum diselesaikan.

Dikatakan, saat proses penyidikan dari Mabes Polri sedang berjalan, justru keliennya dijegal dan dilaporkan balik ke Polda Bali. Dengan tuduhan memberikan keterangan palsu pada surat otentik hingga didakwa pidana 6 tahun penjara. Saat ini terdakwa masih ditahan di lapas Kerobokan Bali.

Artikel ini telah dibaca 6530 kali

loading...
Baca Lainnya

Terima Mandat Ketua Umum, Pengacara Wayan “Tang” Adimawan Nahkodai HAPI Bali

Denpasar – Pengacara millennial Bali, I Wayan Adimawan, SH., MH., mendapat mandat dari Ketua Umum...

I Wayan Adimawan, SH., MH.

15 September 2020, 17:41 WIB

Tolak Bali Jadi Surga yang Hilang, BIN Kawal Wujudkan Wisata Aman Berdasarkan Protokol Kesehatan

Bali merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak ekonomi paling parah di Indonesia akibat Pandemi...

10 September 2020, 13:16 WIB

Wujud Edukasi Prokes, Forkom Antar Media Bali Bangkit Bagikan 5000 Masker

Forum Komunikasi (Forkom) Antar Media Bali Bangkit bagikan 5000 masker di Bali secara gratis. Pembagian...

9 September 2020, 13:39 WIB

Babak Baru, Sidang Lanjutan Almarhum Frans BS dengan I Made Sumantra

Denpasar – Babak baru sidang lanjutan sengketa lahan antara almarhum Frans Bambang Siswanto (Frans BS)...

I Made Sumantra (kanan) didampingi kuasa hukumnya, I Wayan

8 September 2020, 18:32 WIB

Usung Misi Mengajegkan Tanah Bali dan Adat Istiadat Nusantara, Keris Bali Diresmikan

Klungkung – Hadir dengan membawa semangat mengajegkan tanah Bali, Yayasan Kesatria Keris Bali (Keris Bali)...

Peresmian Yayasan Kesatria Keris Bali.

6 September 2020, 17:54 WIB

Diputus MA Dipasang Plang, BPD Bali Diduga Serobot Lahan Warga

Denpasar – Mengantongi putusan Mahkamah Agung (MA) No.2234K/DPT/2017 pihak Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali mengklaim...

Plang BPD Bali di atas tanah yang ada  di Jalan Gadung, Denpasar Timur.

6 September 2020, 16:35 WIB

loading...