Selasa, 14 Mei 2019 - 17:00 WIB

Izin Kerja WNA Perusahaan Travel di Bali Ini Diduga Bodong

Denpasar – Perusahan travel agent cukup ternama di Bali diduga banyak mempekerjakan tenaga warga negara asing (WNA) tidak mengantongi izin.

Padahal, perusahan jasa pariwisata ini dikabarkan sudah berjalan lebih dari 20 tahun dan memiliki berapa cabang di pulau dewata.

“Perusahannya sudah lama, berjalan sekitar tahun 1998. Awalnya kerjasama dengan orang Bali. Semenjak meninggal, kayaknya bosnya sepenuhnya orang Jepang,” ucap sumber yang tidak ingin namanya disebutkan, Selasa (14/5)

Warga asing bekerja pada perusahaan ini dikatakan didominasi warga negara Jepang dan beberapa dari negara Turki.

Informasi dapat digali, banyak WNA tersebut diduga tidak mengantongi visa tinggal terbatas (VITAS) dan tinggal dalam mes disediakan pihak perusahaan.

“Mereka tinggal dalam mes di kawasan Sanur. Banyak dari mereka tidak punya izin kerja dan sembunyi-sembunyi,” terang sumber.

Modus dilakukan pekerja asing ini diungkap dengan berpura-pura sebagi turis yang hanya mengantongi visa kunjungan selama 60 hari. Selanjutnya mereka perpanjang lagi setiap 2 bulan sampai batas ketentuan berlaku.

Jika keadaan terdesak, dikatakan baru mereka mengurus izin dengan menyogok calo diduga dari pihak imigrasi inisial NW untuk memoeroleh kartu izin tinggal sementara dan visa kunjungan terbatas. Proses ini disinyalir tidak melalui mekanisme, dimana terlebih dahulu harus melapor ke aparatur desa atau ke aparat kepolisian.

“Biaya pengurusan ijin berpariasi, tergantung cara mendekati calo dan pihak imigrasi. Kalau tidak salah mencapai Rp 5 juta setiap orangnya,” bebernya.

Ditemui wartawan pada kantor imigrasi kelas I Denpasar untuk diminta kelarifikasi terkait rumor tersebut, pihak oknum inisial NW menghindar. Padahal sebelumnya sudah berjanji menemui awak media.

Sisi lain, perusahaan travel yang diperadugakan juga terkesan tertutup, penjaga mengatakan manager tidak ada di tempat serta jarang di kantor.

Keterangan didapat dari penjaga atau security, bahwa perusahaan ini mempekerjakan karyawan hampir mencapai 400 orang dan sebagian merupakan guide. Pihaknya membenarkan jika dalam perusahaan ada pekerja orang asing namun lebih jauh dia enggan berkomentar.

Sampai berita ini diturunkan pihak perwakilan perusahaan dan oknum dari imigrasi belum bisa memberikan klarifikasi.

Artikel ini telah dibaca 3790 kali

loading...
Baca Lainnya

Lihat, langkah tegas Gubernur Bali tolak Reklamasi Teluk Benoa

Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster meminta PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III segera menghentikan reklamasi...

26 Agustus 2019, 10:21 WIB

Dewa Alit Mudiarta : Izin Hotel Impiana Sudah Lengkap

Gianyar – Dalam melakukan sidak terhadap pembangunan Hotel Impiana Ubud pihak Dinas Perizinan Penanaman Modal...

22 Agustus 2019, 09:47 WIB

Investor Impiana Hotel Melanggar, Langkahi BWS Bali Penida

Denpasar – Adanya pembangunan senderan sempadan sungai dalam pembangunan Hotel Impiana Kedewatan Ubud, ditegaskan telah...

21 Agustus 2019, 08:59 WIB

Kapolsek Busungbiu Serahkan Bingkisan Ke Warga Muslim

Buleleng – Hari Raya Idul Adha kali ini ada yang istimewa dirasakan warga Muslim Desa...

12 Agustus 2019, 13:24 WIB

Harijanto Bos Kuta Paradiso Berkasus, Deejay Club Sengaja Ditutup

Denpasar – Deejay Club digadang-gadangkan juga milik Harijanto Karjadi, bos Kuta Paradiso setelah didera kasus...

9 Agustus 2019, 16:14 WIB

Frans BS Berpulang, Gugatan Sumantra Terancam Gugur

Denpasar – Bertepatan dengan sidang putusan sela atas gugatan intervensi Hotel Mulia, dikabarkan Frans Bambang...

8 Agustus 2019, 19:05 WIB

loading...