Munculnya Gugatan Perdata Dibalik Permohonan Kasasi Sumantra

  • Whatsapp

Denpasar – Munculnya gugatan perdata PT. Bali Paradise Resort, yang diklaim milik Frans BS pada situs sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, dengan registrasi No:414/Pdt.G/2019/PN Dps tertanggal 22 April 2019, dibalik kasus pidana permohonan kasasi I Made Sumantra (74) selaku tergugat menjadi sangat menarik.

Humas PN Denpasar, I Wayan Kawisada mengaku belum mendengar gugatan ini. “Saya belum tahu gugatan itu. Coba dicek di bagian panitera,” kata Kawisada saat dikonfirmasi wartawan di PN Denpasar, Selasa (18/6)

Muat Lebih

Sementara, Panitera Muda Bagian Perdata membenarkan gugatan yang dilayangkan. Hanya saja, untuk materi kasus yang disengketakan, pihaknya meminta waktu untuk melakukan pengecekan, dikatakan lantaran berkas gugatan masuk sudah dua bulan.

Informasi didapat dari sumber tidak ingin disebut, gugatan perdata ini terkait adanya pedoman dan kemufakatan dilakukan pihak Frans BS dengan tergugat I Made Sumantra yang dibuat tahun 1993.

Dimana, dalam kemufakatan ini diduga ada hak I Mada Sumantra belum terealisasi, dikabarkan ketika itu sebagai pemilik PT. Bali Paradise Resort saat dilimpahkan ke pihak penggugat.

Sisi lain diberitakan, I Made Sumantra kini tengah melakukan upaya kasasi kasus pidana, terkait vonis 6 tahun penjara dijatuhkan Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar.

Setelah sebelumnya pada tingkat PN divonis 4 tahun, atas tuduhan memberikan keterangan palsu pada surat otentik tanah sekarang berdiri Hotel Mulia Bali Resort Nusa Dua.

Perlu diketahui, kasus ini bermula ketika I Made Sumantra melaporkan Frans BS ke Mabes Polri lantaran tidak memenuhi perjanjian kemufakatan atas hak yang seharusnya didapat selama berpuluh-puluh tahun.

Saat proses penyidikan di Mabes Polri masih berlangsung, I Made Sumantra justru dilaporkan balik Frans BS ke Polda Bali, dengan tuduhan memberikan keterangan palsu pada akta otentik. Kasusnya berlanjut hingga dia dijatuhi vonis dan kini dititipkan di lapas Kerobokan.

Pos terkait

loading...