Sabtu, 12 Oktober 2019 - 16:26 WIB

Wiranto, Mr Whiskey yang sedang viral

Mr. W sedang jadi viral. Ia jadi korban penyerangan sepasang laki-perempuan yang menghadangnya di sebuah acara di Pandeglang.

Beritanya langsung heboh, mengalahkan semua trending topics maupun berita lain yang sebelumnya viral. Berita Ustad Abdul Somad yang dicekal di UGM langsung tenggelam. Trending topic “Universitas Gadjah Mati” seperti hilang tersapu gelombang.

Reaksi masyarakat terbelah, kira-kira persis di tengah-tengah. Kalau ada survei kilat, mungkin bisa terlihat hasilnya 55 persen percaya dan 45 persen tidak percaya, mirip hasil hasil pilpres kemarin.

Kubu yang percaya langsung menuding ada gerakan radikalisme yang sudah sangat luas skalanya dan sangat membahayakan, sehingga pemerintah harus bertindak tegas dan cepat

Kubu seberang hanya tertawa, menyebutnya rekayasa dan settingan. Berbagai meme bertebaran. Kasus penganiayaan Novel Baswedan sudah dua tahun tidak ketahuan juntrungannya. Kasus Ninoy Karundeng dalam sehari sudah diketahui pelakunya dan sudah ditangkap. Kasus penyerangan Mr. W? Tiga bulan sebelum terjadi sudah diketahui..

Apa kabar gerakan mahasiswa, apa kabar rencana demo besar-besaran? Apa kabar menjelang deadline perppu UU KPK? Apa kabar penanganan kerusuhan Wamena? Lupakan dulu. Berita Mr W lagi dahsyat-dahsyatnya.

Hanya beberapa hari jelang pelantikan presiden dan pengumuman kabinet baru Mr W bikin heboh jagat raya dan jagat maya. Apakah nama Mr W ada di daftar menteri di kantung presiden? You bet.

TNI ikut bereaksi keras seorang dandim dan seorang sersan dua sampai dicopot dan masuk sel tahanan gegara istrinya posting di media sosial mempertanyakan kasus Mr. W.
Reaksi keras Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ini memantik reaksi tak kalah keras dari netizen yang mempertanyakan sikap TNI yang dianggap berlebihan.

Ekosistem sosial-politik sudah berubah karena teknologi informasi. Old power sudah tidak dominan lagi karena ada tantangan dari new power akibat munculnya media digital. Tapi cara-cara lama masih tetap saja dipakai seolah dunia belum berubah.

Demokrasi sekarang ada di tangan netizen yang menjadi new power yang bisa menggerus old power.

Hanum Rais, putri Amien Rais, dipolisikan karena posting di medsos menyebut kasus ini settingan. Kita lihat sampai sedekat mana kasus ini bergulir.

Di balik layar spekulasi dan desas-desus politik bermunculan. Adu intrik dan saling jegal antar-elite kekuasaan sedang berlangsung. Mr BG kepala BIN sedang jadi sasaran tembak. Kompetensinya dalam mengendus penyerangan ini dipertanyakan. Lebih jauh lagi, kompetensinya memimpin lembaga telik negara ini dipertanyakan juga.

Ini bagian dari power play menjelang bagi-bagi kursi menteri. BG belakangan ini jadi bintang top karena manuvernya yang lincah meliuk-liuk bisa mempertemukan PS dengan Ibunda. PS pun manut, melepas sikap oposisi, dan mungkin dapat jatah beberapa menteri setelah beberapa hari lalu ketemu Jokowi (lagi). Ini, kabarnya, buah dari manuver Jenderal BG.

Counter-manouver pun bermunculan supaya BG tidak terus-terusan menjadi bintang utama. Koalisi segitiga Bunda-PS-Istana tentu saja tidak boleh dibiarkan leluasa oleh lawan-lawan politiknya. Kasus Mr W ini, siapa tahu, salah satu dari manuver-manuver politik tingkat dewa. (*)

Penulis : Dhimam Abror Djurait
Praktisi dan Akadimisi PERS

Artikel ini telah dibaca 4627 kali

loading...
Baca Lainnya

Polemik Wartawan VS Humas Pemprov Jatim. Sejumlah Jurnalis Mulai Menguak Dana Covid19

Surabaya – Polemik antara humas pemprov jatim dengan sejumlah wartawan nampaknya berbuntut panjang. Sejumlah jurnalis...

7 Mei 2020, 01:39 WIB

Miliki Belasan Pil Ekstasi, Dani Dituntut Sembilan Tahun Penjara

SURABAYA,- Pengadilan Negeri Surabaya menggelar sidang perkara narkoba dengan agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum...

4 Mei 2020, 19:25 WIB

Bhakti Sosial KOGARTAP III /SBY Bagikan 750 Paket Sembako Ke Warga Bluru Kidul Sidoarjo

Sidoatjo – Komando Garnisun Tetap (Kogartap) III Surabaya menggelar bakti sosial (baksos) sebagai bentuk kepedulian...

22 April 2020, 18:10 WIB

Jual Sabu Sabu dan Pil Ekstasi, Warga Kenjeran Divonis 5 Tahun Penjara

SURABAYA, – Abdul Harris Yusuf Kurniawan, (50) warga jalan Kenjeran Surabaya, akhirnya divonis 5 tahun...

21 April 2020, 23:12 WIB

Divonis 4 Tahun Penjara, DuaTerdakwa Narkotika Malah Menggoda Jaksa Penuntut Umum

SURABAYA – Pengadilan Negeri Surabaya akhirnya memutus 2 pengguna narkoba yaitu terdakwa 1 Yahya dan...

20 April 2020, 21:55 WIB

Peduli Dampak Corona, Warga Gading Indah Regency Surabaya Bagi Bagi Nasi Bungkus Dan Masker gratis

Surabaya – Bertempat di jalan raya kertajaya dan Jalan Manyar . Ibu ibu perumahan Gading...

15 April 2020, 17:14 WIB

loading...