Senin, 17 Februari 2020 - 21:46 WIB

Wow, Polres Ciamis Amankan 4 Pengedar Pil Hexymer

CIAMIS – Jajaran Satnarkoba Polres Ciamis Jawa Barat berhasil mengamankan empat orang tersangka pengedar obat pil hexymer dan trihexyphenidyl. Keempat tersangka tersebut diamankan karena menyimpan dan menyebarkan obat-obatan jenis Hexymer (Trihexyphenidyl) tanpa memiliki kewenangan.

“Polres Ciamis telah menangkap 4 orang tersangka kasus tindak pidana penyalahgunaan sediaan farmasi jenis obat trihexyphenidyl dan obat hexymer,” tegas Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso saat konferensi pers di Mako Polres Ciamis, Senin (17/2/2020).

“Mereka di tangkap di tempat berbeda, ada yang di Ciamis ada juga di Pangandaran,” sambungnya.

Tersangka pertama berinisial DMG (27) warga  Sibolangsari, Kabupaten Karawang. Dia ditangkap tanggal 14 Februari lalu dekat SPBU Kawali.

Saat digeledah petugas, dari tangan tersangka didapati  2000 (bua ribu) butir pil jenis heximer dan 900 (sembilan ratus) butir pil trihexyphenidyl serta uang tunai Rp. 20.000,- .

Tersangka kedua berinisial ASA (21) seorang mahasiswa warga Dusun/Desa Nasol RT 002 RW 021 Kecamatan Cikoneng, Ciamis. Dia ditangkap pada tanggal 14 Februari 2020, di perempatan Desa Nasol.

ASA ditangkap karena terbukti membawa sebanyak 110 (seratus sepuluh) butir sediaan farmasi jenis obat tablet bulat warna kuning bertuliskan MF diduga obat Heximer yang di simpan di dalam tas anyam warna pink.

Sementara tersangka ketiga adalah S (20), seorang pengangguran warga Dusun Batumalang RT 43 RW 16 Desa Nasol Kecamatan Cikoneng. Dia ditangkap karena terbukti mengedarkan sediaan farmasi jenis obat tablet bulat warna kuning bertuliskan MF.

Saat ditangkap di dekat Indomaret Jetak Desa Sindangsari Cikoneng, tanggal 13 Februari lalu, S kedapatan membawa 1 (satu) bungkus bekas rokok Djarum Super MLD, yang didalamnya berisi 80 (delapan puluh) butir sediaan farmasi jenis obat tablet bulat warna kuning bertuliskan MF, yang diduga kuat obat heximer.

Tersangka keempat berinisial S (22), seorang nelayan asal Kalapatiga RT 003 RW 007 Desa Babakan Kecamatan/Kabupaten Pangandaran. Pelaku ditangkap 31 Desember 2019 silam di rumahnya. Saat digeledah, pelaku kedapatan memiliki 280 (dua ratus delapan puluh) butir pil jenis heximer dan uang tunai Rp 100.000,- (seratus ribu  rupiah).

Atas perbuatannya, terang Lulusan Terbaik Akpol 2001 ini, tersangka dijerat pasal 196 Jo Pasal 197 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Setiap yang dengan sengaja memproduksi dan atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standard atau persyaratan keamanan, khasiat dan kemanfaatan dan mutu di pidana dengan pidana penjara 10 tahun dan denda Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah),” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 7248 kali

loading...
Baca Lainnya

Omnibus Law Cipta Kerja Menguntungkan UMKM

Oleh : Zakaria Omnibus Law Cipta Kerja didesain oleh pemerintah, tidak hanya untuk pekerja tapi...

22 September 2020, 23:58 WIB

Kalangan Media dan Milenial Harus Aktif Dukung Penanganan Covid-19

Oleh : Rahmat Soleh Pemerintah saat ini sedang fokus menangani Covid-19 yang masih terus terjadi....

22 September 2020, 23:50 WIB

Masyarakat Menolak Konsep Usang KAMI

Oleh : Putu Raditya KAMI yang diprakarsai oleh Din Syamsudin dkk berjanji akan menyelamatkan Indonesia....

22 September 2020, 04:20 WIB

Mengutuk Kekejaman KKSB Papua

Oleh : Sabby Kossay Kelompok kriminal separatis bersenjata adalah kumpulan pemberontak yang terus meneror masyarakat...

21 September 2020, 20:53 WIB

Omnibus Law Cipta Kerja Bangkitkan Perekonomian Bangsa

Oleh : Alfisyah Dianasari Pembahasan RUU Cipta Kerja terus dipercepat. Publik pun meyakini bahwa Omnibus...

21 September 2020, 19:53 WIB

Otsus Jilid 2 Dorong Kemajuan Milenial Papua

Oleh : Sabby Kossay Otonomi khusus jilid 2 didukung penuh oleh mahasiswa dan pemuda Papua,...

21 September 2020, 14:28 WIB

loading...