NTT  

Menghilangnya MA, Diduga Kuat Keluarga Indikasi Terjerumus Tindakan Perdagangan Orang

Malaka, NTT, deliknews – Warga Desa Rabasa Hain, Kecamatan Malaka Barat, berinisial MA alias Gin (19) menghilang dari rumah semenjak, Senin, 27 Juni 2022 lalu itu, diduga kuat keluarga bahwa MA telah diberangkatkan oleh SM ke Malaysia.

Indikasi kuat keluarga, menghilangnya MA alias Gin dari rumah yang tidak diketahui oleh keluarga itu, terjerumus dalam tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Sehingga, keluarga mengadukan masalah tersebut ke Polres Malaka.

Ayah kandung Gin, Fransiskus Man kepada wartawan di Markas Polres Malaka, Sabtu (9/7/2022) mengisahkan anaknya pergi ke pasar mingguan Besikama, Senin (27/6/2022) Pagi. Sebelum meninggalkan rumah. Dirinya tidak mengetahui kemana MA alias Gin pergi setelah pulang dari pasar.

Setelah dicek, Gin pergi ke Dusun Beikolo Desa Lasaen dan bertemu SM. Pertemuan Gin dan SM dilakukan terkait pemberangkatan GIN untuk menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Malaysia Timur.

Karena itu, keesokan harinya (Selasa, 28/6/2022), Sebastiana Luruk, ibu kandung Gin mendatangi rumah dan menemui SM untuk menanyakan keberadaan anaknya. Saat itu, sesuai penuturan SM, kata Sebastiana anaknya akan diberangkatkan sebagai TKW. Atas pernyataan SM, Sebastiana tidak setuju.

“Kami tidak setuju, karena Gin berangkat itu kami dan suaminya tidak tahu. Terus, kami tidak beri uang satu rupiah pun untuk berangkat,” kisah Sebastiana setelah bertemu SM yang juga menyampaikan biaya pemberangkatan Gin sebanyak Rp 7, 5 juta.

Kata Sebastiana, SM meyakinkan dirinya dengan tanggungan sebagian biaya pemberangkatan berjumlah Rp 3 juta. Namun, Sebastiana tetap menolak karena tidak punya uang sebanyak Rp 4, 5 juta untuk memenuhi semua pemberangkatan Gin.

Pada Selasa (28/6/2022) malam, SM menemui orang tua Gin yang berdomisili di Dusun Loofoun Desa Rabasa Hain. SM sempat terbuka terkait rencana pemberangkatan MA alias Gin sebagai TKW. Namun, kata Fransiskus pihaknya tetap menolak karena rencana tersebut tidak diketahui suaminya, Liper Faot, keluarga dan pemerintah desa setempat.

Meski demikian, Gin tidak dikembalikan ke suami dan keluarga. Sesuai informasi SM, kata Fransiskus Gin sudah berada di Kefa. Atas keberadaan itulah, Fransiskus meminta SM agar menjemput Gin untuk membawa pulang. Menurut Fransiskus, SM yang diminta untuk menjemput tidak berhasil membawa pulang Gin.

“Kami telpon SM, terus dia (SM) katakan, Gin sudah ada di Kupang,” lanjut Fransiskus.
Atas perbuatan SM tersebut, diduga kuat, Indikasi kepergian Gin dari rumah terjerumus perdagangan orang. Maka, permasalan ini kami adukan ke Polres Malaka.” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, suami Gin Liper Faot kepada wartawan mengatakan kepergian istrinya tidak diketahui sama sekali. Pertemuan terakhir sebelum menghilang bersama istrinya, Senin (27/6/2022). Usai bertemu, Liper berangkat ke Dusun Numbei Desa Kakaniuk di Kecamatan Malaka Tengah untuk bekerja.

Liper mengaku selalu menghubungi istrinya Gin ke nomor ponselnya. Namun, tidak sempat berkomunikasi karena nomornya diblokir. “Karena nomor saya diblokir. Saya pakai nomor lain. Tetapi tetap diblokir, sehingga kami putus komunikasi sampai sekarang,” kisah Liper.tutupnya.(Mans/Dami Atok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.