NTT  

Polsek Weliman Terapkan Restorasi Justice Temukan Kedua Pihak Kasus Pengeroyokan

Malaka, NTT, deliknews- Kasus Pengeroyokan terhadap Yulens di Sekolah SMP Wedorok yang dilaporkan ke Mapolsek Weliman semenjak 15 Juni 2022 lalu, dari Kapolsek Weliman berhasil memediasi perdamaian dari kedua belah pihak, wujud dari keberhasilan restorasi jastice.

Laporan yang diadukan korban ke pihak Mapolsek Weliman itu masih taraf penyelidikan, karena pengakuan dari kedua pihak masih ada hubungan keluarga. Sehingga, penyidik berikan kesempatan antara kedua belah pihak untuk menjalin kembali hubungan dalam kekeluargaan.

Kapolsek Weliman, Roland Lay. SH melalui Kanit Reskrim Mapolsek Weliman, Karel, mengatakan kasus tersebut sementara masih taraf penyelidikan, karena dari kedua belah pihak antara Korban dan pelaku masih ada hubungan keluarga maka masih diberikan kesempatan untuk melakukan pendekatan antara dua pihak. Ungkap Kanit Reskrim Mapolsek Weliman, Rabu(13/7/2022)

“Kasus pengeroyokan yang di Adukan oleh korban ke polsek Weliman itu sudah diterima dan sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan pelaku. Kemudian, hasil Visum dari medis pun sudah diambil, jadi kasus ini sudah cukup bukti.

Dan kasus pengeroyokan ini sudah bisa naikan satatusnya ke tingkat penyidikan. Tetapi pengakuan dari kedua pihak dalam proses pengambilan keterangan, mereka sendiri mengucapkan pelaku dan korban masih ada hubungan keluarga.

Oleh karena itu, perlu diperhatikan bahwa ada namanya restorasi jastice itu tidak semua kasus diproses secara Hukum. Tetapi, bila kasusnya masih bisa diselesaikan secara kekeluargan oleh kedua belah pihak tentunya kita kembalikan kepada mereka” unkapnya.” Kata Kanit Weliman.

Menurut Kanit Reskrim Weliman, tidak semua kasus diproses secara Hukum. Sehingga kasus yang masih bisa di siselesaikan dalam kekeluargaan, ya diselesaikan saja. Hal ini juga diminta dari dua pihak dikuatkan dalam restorasi justice bahwa tidak semua kasus dapat diproses secara Hukum yang dimana ada upaya memediasi antara pihak pelaku dan pihak korban.

Dengan demikian, kami dari pihak penyidik memberikan kesempatan terhadap kedua belah pihak untuk melakukan pendekatan. Sebelum kita berikan kesempatan untuk kedua pihak, juga diberi pemahaman supaya tidak boleh melakukan tindakan-tindakan yang melawan Aturan Hukum. Bebernya.

Lanjut Kanit reskrim Weliman, bahwa pihak penyidik tidak memaksa orang untuk melakukan upaya damai atau memihak salah satu pihak, baik korban maupun pelaku. Sebab pemerosesan Hukum tidak memandang si A dan Si B. Jadi, kalau memang kesempatan yang diberikan untuk kedua pihak tidak ada titik temunya dalam kesepakatan damai, tentu dari penyidik melakukan proses lanjutannya.

Kasus yang dilaporak oleh korban tertanggal 15 Juni 2022, pihak Mapolsek Weliman berhasil pertemukan dua pihak untuk mempertanyakan atas kasus tersebut maunya seperti apa? Apakah mau dilanjudkan proses secara Hukum atau tidak. Yang dimana sudah ada pengakuannya bahwa dua pihak masih ada hubungan keluarga. Tegasnya.

Dalam pertemuan antara kedua belah pihak di Kantor Polsek Weliman, langsung didampingngi oleh kanit Reskrim Weliman dan berhasil memediasi kasus tersebut. Dan pertemukan kedua pihak itu, bentuk dari sebuah penerapan dalam restorasi justice.

Pada tempat yang sama, Ayah kandung korban, Dami Bria mengatakan kasus pengeroyokan terhadap anaknya, Yulens sudah dilaporkan kepihak kepolisian Mapolsek Weliman semenjak 15 juli 2022 lalu. Namun, saya masih ingat baik, bahwa para pelaku dan korban itu masih ada hubungan keluarga. Kata Dami Bria, Rabu(13/7/2022) dikantor polsek Weliman.

“Saya sebagai Ayah kandung korban merasah tidak puas karena para pelaku melakukan tindakan kekerasan terahap anak saya itu tidak memikirkan keluarga. Dengan demikin, kalau sangsi Adat yang kita bebankan kepada mereka itu tidak mengindahkannya, maka kasus tersebut dilanjutkan pemerosesan secara Hukum saja. ” minta Dami.

Kasus pengeroyokan ini diberi kesempatan untuk kedua pihak sampai dengan, Senin 18 juli 2022, tidak ditindak lanjuti kesepakat bersama di Kantor Polsek Weliman bersama Kanit Reskrim itu, maka Kasus pengeroyokan tersebut dinaikan status ke penyidikan. Tutupnya.(Dami Atok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.