Langgar Permendikbud, Disdik Pasaman Nonjobkan Kepsek yang Baru Dilantik

Kadis Pendidikan Pemkab Pasaman, Sukardi. (Foto WhatsApp)
Kadis Pendidikan Pemkab Pasaman, Sukardi. (Foto WhatsApp)

Pasaman, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman kembali melantik beberapa Kepala UPT Satuan Pendidikan Formal (Kepala SD Negeri) di Aula lantai III Kantor Bupati Pasaman, Selasa 4 Oktober 2022.

Diketahui sebelumnya pada Juni 2022 lalu, Pemkab Pasaman juga baru melaksanakan pelantikan 285 Kepala UPT Satuan Pendidikan Formal dan Non Formal di Kabupaten Pasaman.

Menurut informasi yang diterima, ada beberapa Kepala SD Negeri yang baru saja dilantik yaitu pada Juni 2022 lalu sesuai dengan SK Bupati Pasaman No. 821.29/15.BKPSDM – 2022 tanggal 13 Juni 2022, kini telah dibebastugaskan dari jabatannya (dinonjobkan) sebagai kepala sekolah.

Informasi ini terbukti berdasarkan pelantikan yang baru saja dilakukan terhadap beberapa Kepala SD Negeri di Aula lantai III Kantor Bupati Pasaman, Selasa 4 September 2022, sesuai dengan SK Bupati Pasaman No. 821.23 / 16 BKPSDM – 2022 tanggal 30 September, terdapat jabatan Kepala Sekolah yang diisi PNS ketika pelantikan Juni 2022 lalu, kini sudah digantikan oleh PNS yang lain.

Menurut penelusuran deliknews.com, persoalan ini terjadi disebabkan pada SK Bupati Pasaman No. 821.29 15.BKPSDM – 2022 tanggal 13 Juni 2022, terdapat beberapa PNS yang diangkat sebagai Kepala Sekolah tidak memenuhi syarat salah satunya masa jabatannya melebihi 4 periode atau 16 tahun, sebagaimana diatur dalam pada Pasal 8 Permendikbudristek Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.

Persoalan beberapa Kepala Sekolah masa tugas melebihi 4 periode atau 16 tahun yang dilantik sebagai Kepala Sekolah tersebut tidak dibantah oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Pasaman, Sukardi.

“Sudah dipanggil, sudah kita sampaikan bahwa yang bersangkutan sudah habis masa jabatan kepseknya karena sudah 16 tahun. Kita bicarakan penempatannya, dan segera akan diusulkan penggantinya,” kata Sukardi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemkab Pasaman, Gunawan, dikonfirmasi mengatakan yang mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Kepala Sekolah, setelah menerima usulan dari jajaran Dinas Pendidikan seperti Pengawas, Kabid hingga final di Kepala Dinas dan diusulkan ke Bupati melalui BKPSDM.

Setelah dianalisa dan sesuai regulasi yang ada, pengangkatan Kepala Sekolah diusulkan oleh Dinas Pendidikan Pemkab Pasaman, diduga kuat terjadi salah pengusulan yakni mengusulkan pengangkatan Kepala Sekolah yang tidak memenuhi syarat sesuai Pasal 8 Permendikbudristek Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.

Persoalan ini tentunya perlu menjadi perhatian pihak – pihak terkait, termasuk penegak hukum, kenapa terjadi salah pengusulan pengangkapan Kepala Sekolah, tidak menutup kemungkinan ada kepentingan terselubung dibalik pengusulan pengangkatan guru sebagai Kepala Sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *