Pasaman, – Pada tanggal 22 Juli 2023, masyarakat Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menyaksikan acara adat yang begitu akbar dan meriah, yaitu upacara “Naiak Gadang Gala Sako Kari Ibrahim” yang mengukuhkan H. Benny Utama sebagai pemegang gelar ‘Kari Ibrahim’ dalam tradisi Minangkabau.
Tradisi adat Minangkabau yang bernama “Gala Sako” merupakan pemberian gelar adat untuk Penghulu maupun Gelar Sako Pucuak Syarak Suluah Bendang dalam nagari. Gelar tersebut memiliki makna yang mendalam, mengajarkan pentingnya kejujuran, agama, dan pemahaman akan benar dan salah, serta mengingatkan untuk selalu berpegang pada nilai-nilai spiritual seperti Allah SWT.
Upacara Gala Sako ini dihadiri oleh ribuan masyarakat Kabupaten Pasaman, termasuk Barisan Ninik Mamak, Ketua Kerapatan Adat Nagari, Wali Nagari, dan pimpinan BUMN dan BUMD Pasaman. Semangat kebersamaan dijaga melalui kehadiran Makan Bajamba, yang turut serta untuk merayakan momen bersejarah ini.

Sebelum upacara “Naiak Gadang Gala Sako Kari Ibrahim,” keluarga H. Benny Utama melakukan napak tilas ke kampung asal leluhur mereka di Desa Muara Mais, Kabupaten Mandailing Natal. Tim Ninik Mamak Tanjuang Baringin menemui keluarga Mangaraja Borayun, yang merupakan asal-usul dari kaum Kari Ibrahim. Ziarah dilakukan ke Pandam Pakuburan Mangaraja Borayun, yang diyakini sebagai kuburan Rajo Barayun, nenek moyang kaum Maih di Pasaman.
Prosesi “Naiak Gadang Gala Sako Kari Ibrahim” sendiri telah dipersiapkan dengan baik dan meriah. Sebelumnya, H. Benny Utama menerima gelar “Kari Ibrahim” dari ND. Kari Ibrahim pada tahun 2013, dan prosesi pengukuhan baru dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2023. Acara ini dirayakan dengan alek anak nagari selama tujuh hari tujuh malam, berlangsung sejak tanggal 16 hingga 22 Juli 2023, serta dihadiri oleh berbagai pertunjukan kesenian adat dan tradisi ala Minangkabau seperti Randai, Dikia Pano, Basanji, Ronggeng, dan Gordang Sambilan dari Muara Mais, Mandailing.

Tradisi adat Minangkabau yang mengajarkan tentang teguh pada adat, undang-undang, agama, dan di dalam nagari pun tetap dijaga dengan antusias dan rasa kebanggaan oleh masyarakat. Gala Sako Kari Ibrahim ini menjadi momen bersejarah dalam memelihara dan melestarikan budaya dan tradisi nenek moyang di Sumatera Barat.
Acara ini memberikan pesan yang kuat tentang pentingnya menghormati dan menjaga adat dan tradisi, serta memahami nilai-nilai spiritual yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Minangkabau. Dengan semaraknya upacara ini, tradisi adat Minangkabau tetap hidup dan terus dilestarikan oleh generasi muda.
