Kasus LNG Belum Usai, KPK Diminta Periksa Pengadaan Minyak Mentah dan Kilang Pertamina yang Sudah Diungkap BPK

- Editorial Staff

Senin, 25 September 2023 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung KPK

Gedung KPK

Jakarta, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan dan menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) di PT Pertamina Tahun 2011-2021, Selasa (19/9/2023).

Sebagaimana diketahui Karen Agustiawan Dirut Pertamina (Persero) periode 5 Februari 2009 – 1 Oktober 2014. Setelah pergantian Dirut sebanyak 4 kali mulai dari Plt Muhammad Husein, Dirut Dwi Soetjipto, Plt Yenni Andayani, Dirut Elia Massa Manik, hingga terakhir 30 Agustus 2018 – sekarang Dirut PT Pertamina (Persero) dijabat Nicke Widyawati. Sejak saat itu, perhatian publik terfokus bagaimana kinerja PT Pertamina (Persero) di bawah kepemimpinan Nicke Widyawati.

Sebagaimana diketahui laporan keuangan seluruh lembaga negara termasuk PT Pertamina (Persero) setiap tahunnya dilakukan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Melihat hasil audit BPK pada PT Pertamina (Persero) masa kepemimpinan Nicke Widyawati sebagai Dirut seperti pada tahun 2018 s.d dan 2021, salah satunya audit atas Pengadaan Minyak Mentah dan Produksi Kilang, temuan mencakup berbagai aspek, mulai dari pemborosan hingga indikasi kerugian keuangan perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil audit BPK sebagaimana LHP dengan Tujuan Tertentu atas Pengadaan Minyak Mentah dan Produksi Kilang Tahun 2018 s.d Semester 1 Tahun 2021 pada PT Pertamina (Persero) Subholding dan Instansi Terkait Lainnya di Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, mengungkap temuan – temuan sebagai berikut:

  1. Keterlambatan pengiriman atas pembelian MM Bonny Light kepada SIETCO dengan PO Nomor 2156/T00300/2017-S0 mengakibatkan Pemborosan Sebesar USD3.784.450,89 dan Denda Delay Delivery sebesar USD437.500,00 Belum Disepakati
  2. Keterlambatan Pengiriman atas Pembelian MM Bonga kepada Vitol dengan PO Nomor 670/T00300/2018-S0 Mengakibatkan Pemborosan Sebesar USD1.641.880,72
  3. Pertamina Menanggung Selisih Kurang Volume Minyak Mentah Hasil Pengadaan Impor yang Menggunakan Incoterm CFR Selama Tahun 2018 Sampai Dengan Semester I Tahun 2021 Sebanyak 134.524,59 Barrel atau Senilai USD9.389.921,46
  4. Pembayaran Freight cost untuk Pengadaan MM Bonny Light dan Qua Iboe dengan Purhase Order Nomor 1377/T00300/2019-S0 Berindikasi Merugikan Keuangan Perusahaan Senilai USD2.996.400,00 dan Pemborosan Keuangan Perusahaan Senilai USD4.977.960,00
  5. Penunjukan Langsung PT D&B Indonesia Sebagai Konsultan Penilai Proses Registrasi DMUT Baru dan Re-registrasi/Evaluasi Tahunan DMUT Eksisting Tidak Sepenuhnya Berdasarkan Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa
  6. Pertamina Tidak Tegas dalam Menyelesaikan Klaim dari Proses Pengadaan Minyak Mentah Tahun 2018 sampai dengan Semester I Tahun 2021 Mengakibatkan Klaim yang Belum Dibayar Sebesar USD1.180.969,34 dan Belum Disepakati Dengan Mitra Usaha Sebesar USD999.062,79
  7. Pemborosan Keuangan Perusahaan Sebesar USD3.760.957,00 Atas Pengadaan MM Bonny Light dengan PO Nomor 814/T00300/2019-S0 Tahun 2019 oleh Supplier Vitol Pengadaan Minyak Mentah Medium dengan Purchase Order Nomor 1530/T00300/2019-S0 dan Nomor 1532/T00300/2019-S0 Tidak Sepenuhnya Sesuai Dengan Ketentuan dan Pemborosan atas Biaya Freight Cost Senilai USD6.563.860,61
  8. PT Kilang Pertamina Internasional Selama Tahun 2018 s.d. Semester I Tahun 2021 Belum Melaksanakan Kegiatan Blending Crude Medium(BCM) Untuk Mengurangi Ketergantungan Impor Minyak Mentah Medium Serta Mendapatkan Efisiensi Yang Optimal Bagi Perusahaan Pelepasan Sanksi kepada Trafigura yang Tidak Disertai Pemerolehan Jaminan Memadai
  9. Penetapan Trafigura Asia Trading yang Belum Terdaftar Dalam DMUT Sebagai Pemenang Pengadaan Mogas untuk Semester I 2021 Tidak Sesuai Ketentuan
  10. Pertamina Belum Memperoleh Penggantian atas Biaya Tambahan yang Timbul untuk Kargo Pengganti Akibat Kegagalan Suplai Pertamax Oleh Hin Leong Trading Pte. Ltd
  11. Pertamina Belum Memperoleh Penggantian atas Biaya Tambahan yang Timbul untuk Kargo Pengganti Akibat Kegagalan Suplai Kargo Mogas 88 oleh Zenrock Commodities Trading Pte. Ltd
  12. Pertamina Tidak Cermat dalam Menetapkan Pemenang Pengadaan dengan Incoterm CFR Spot Tahap I Gasoline 88 Bulan September 2019 Sehingga Menyebabkan Pemborosan Sebesar USD23.457,42
  13. Pemborosan Keuangan Pertamina Sebesar USD2,277,911.81 atas Kebijakan Penggunaan Pricing Whole Month Average (WMA) pada pengadaan Gasoline 88 PO Nomor P-0719-027 (Term H2/2019-CFR) oleh SK Energy International, Pte. Ltd
  14. Pemborosan Minimal Sebesar USD645.807,80 atas Keputusan Pertamina Membatalkan Kargo Gasoline 88 Sietco Alokasi April 2020
  15. Pertamina Kehilangan Kesempatan Mendapatkan Diskon Minimal USD44.000 dan Penyegelan Tiga Kargo Impor atas Tidak Diajukannya Kuota Impor Tambahan LPG Tahun 2019
  16. Pertamina Melakukan Amandemen Tolerance Operation atas Purchasing Order Produk LPG Pada Saat Proses Settlement
  17. Pertamina Belum Menerima Pendapatan Klaim dan Potensi Pendapatan Klaim Delay Delivery dari Supplier Masing-masing Minimal Sebesar USD503.904,14 dan USD6.062.559,56
  18. Pertamina Menanggung Selisih Kurang Volume BBM Hasil Pengadaan Import yang Menggunakan Incoterm CFR Sebanyak 108.344,89 Barel Dengan Nilai Sebesar USD7.701.515,41
  19. Penyusunan HPS Pengadaan Mogas 92 PT Pertamina (Persero) Tidak Menggunakan Basis Data Termutakhir Mengakibatkan Pertamina Mendapat Harga Lebih Tinggi dan Berpotensi Merugikan Perusahaan di Masa yang Akan Datang.
Baca Juga :  BPK Ungkap Indikasi Kerugian Fantastis dalam Pengadaan Minyak Mentah dan Produksi Kilang, Dirut Pertamina Bungkam

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari PT Pertamina (Persero) terkait temuan tersebut. Padahal Deliknews.com telah mengirimkan surat konfirmasi mempertanyakan tindak lanjut temuan-temuan BPK kepada Dirut PT Pertamina (Persero) melalui email infopublik@pertamina.com dan pcc135@pertamina.com, namun belum ada tanggapan yang diterima.

Berita Terkait

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto Menjadi Saksi Pelantikan Kasad
Tak Main-Main, Prajurit TNI Pembunuh Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
4 Prajurit TNI Gugur Saat Kontak Tembak di Kabupaten Nduga Dapat KPLB
Bentrok Masa Palestina vs Israel di Bitung, Kapolri Bereaksi
Menhan Prabowo Resmikan 12 Sumber Titik Air di Pamekasan Madura, Jawa Timur
KPK Bungkam, Kelanjutan Laporan Pengadaan Minyak dan Kilang Pertamina Diragukan Pasca Firli Bahuri Tersangka Pemerasan
Pertamina Ngaku Ada Kerjasama, KPK Terkesan Tutup Mata atas Laporan Pengadaan Minyak dan Kilang
5 Rekomendasi Sandal Crocs untuk Wanita

Berita Terkait

Rabu, 29 November 2023 - 21:41 WIB

Bali Solid, De Gadjah Optimis Pilpres Satu Putaran

Senin, 20 November 2023 - 20:59 WIB

Malu! Perkara SPI Unud Pertontonkan Ketidakmampuan Negara Danai Pendidikan

Jumat, 17 November 2023 - 19:06 WIB

5 Founder PT DOK Ditahan, Alit Widana Apresiasi Kinerja Polda Bali

Jumat, 17 November 2023 - 08:21 WIB

Pungli “Fast Track” Kejati Bali Tangkap 5 Pegawai Imigrasi

Kamis, 16 November 2023 - 22:07 WIB

Sudah Ditahan Lima Tersangka Baru Kasus PT DOK di Rutan Polda Bali

Kamis, 16 November 2023 - 17:37 WIB

Pusaran Kasus PT DOK, Yong Sagita Terancam Dilaporkan Polisi

Selasa, 14 November 2023 - 09:38 WIB

Keluh Istri Mang Tri, Ketika Suami Dikorbankan di Kasus PT DOK

Senin, 6 November 2023 - 11:18 WIB

Ngeri, Kutukan Dibalik Pengadilan Tanah Pura Dalem Klecung

Berita Terbaru

Foto: Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah. Sumber: Dok. Gerindra Bali.

Bali

Bali Solid, De Gadjah Optimis Pilpres Satu Putaran

Rabu, 29 Nov 2023 - 21:41 WIB